Sumber daya manusia berkualitas dan ketepatan organisasi dalam melaksanakan perencanaan merupakan syarat utama mencapai tujuan pembangunan

Saturday, 24 December 2011

Cikal Bakal Dunia Pendidikan di Patikraja

Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa,kita semua sepakat dengan kalimat ini.Karena memang seorang guru memberikan banyak jasa dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan Negara namun mereka tidak pernah mendapatkan bintang jasa selayak seorang prajurit yang gugur di medan perang.Kita semua tahu bahwa guru adalah pembuka wahana atau pandangan keilmuan bagi semua anak bangsa,dan kadangkala banyak dari kita sering melupakan jasa guru sedangkan dalam tiap detik kehidupan kita ini adalah hasil dari jerih payah mereka menuntun kita untuk bias mengerti dan paham tentang segala sesuatu dalam kehidupan kita ini.
Dalam keempatan ini penulis ingin mengenalkan seorang yang sangat berjasa dalam sejarah pendidikan di Desa Patikraja dan Beliau justeru mempelopori pendidikan di lingkungan Desa Patikraja dan Kecamatan Patikraja.
Selama ini banyak diantara warga yang telah melupakan beliau karena memang sesungguhnya sifat beliaupun tak ingin mengenalkan keningratan beliau di muka masyarakat.Beliau adalah Eyang Guru Tarman Kramaredja.
Dibekali keadaan diri yang masih keturunan ningrat di lingkungan Bupati Banyumas,Beliau (Eyang Guru Tarman Kramaredja) mendapatkan kesempatan dan perlakuan terdidik dan mendapatkan kesempatan belajar banyak mengenai baca dan tulis serta berbagai ilmu baik keagamaan maupun pemerintahan.Hingga Pada umur sekitar 18 tahun seorang “Tarman” membagikan ilmunya dan menularkan pengetahuannya diluar tembok/lingkungan kabupaten.Pertama menurut cerita dari sumber* masih keluarga beliau, “Tarman” menularkan pengetahuannya dan mendidik anak anak seusia dia di daerah Jatilawang .Hingga banyak anak muridnya berhasil Dia didik dan berhasil menjadi asistennya menularkan bakat dan pengetahuannya kepada murid baru yang lain.
Pada Tahun 1920-an,Eyang Guru Tarman Kramaredja juga singgah dan membuka taman belajar di Desa Patikraja.Pertama kali diadakan di kauman lama Desa Patikraja tepatnya di mushola Al-Ikhlas Rt 03/Rw 03 (sekarang).Sambil mengaji kepada seorang ulama Ayah dari Eyang Bakri.Eyang Guru Tarman Kramaredja mengenalkan baca tulis huruf jawa dan berhitung pada anak-anak ngaji di mushola tersebut.
Perkembangan pendidikan yang Tarman Kramaredja kembangkan membawa banyak sambutan baik dari ulama dan sesepuh,hingga Eyang Tarman Kramaredja diminta membuka taman pendidikan sendiri yang lebih formal.Permintaan ini disambut Beliau dan mau menjadi guru di Patikraja setelah selesai mengajar di Jatilawang.
Eyang Tarman Kramaredja yang saat itu tinggal di Purwokerto harus berangkat pagi ke Jatilawang kemudian mengajar di Patikraja dengan mengendarai sepeda onthel.
Taman pendidikan di Desa Patikraja saat itu berpindah pindah tempat dari rumah satu ke rumah yang lainnya,karena saat itu tempat pendidikan di Patikraja belum mendapatkan ijin dari penjajah Belanda.Tantangan bagi seorang Tarman Kramaredja menularkan ilmunya.
Diawal pertama Tarman Kramaredja mengajar di desa Patikraja banyak juga anak-anak putra dari Desa tetangga baik dari Desa Pegalongan,Notog,Mandirancan,juga dari Desa Kedungrandu dan Sidabowa.Yang mungkin salah satunya dikenal dan terkenal di daerah kecamatan Patikraja karena ketokohannya yaitu Eyang guru Atham.Setelah mengajar hampir 10 tahun,perkembangan jaman dan tekanan penjajah mulai kendur dan pergerakan Nasional di daerah Banyumas semakin kuat,maka di bangun suatu tempat pendidikan resmi pertama kali di Kecamatan Patikraja dengan pemrakarsa para murid Eyang Tarman Kramaredja yang sudah mampu mengajar dengan dipandu Beliau (Eyang Tarman Kramaredja) berdirilah Taman pendidikan sekolah rakyat di pinggir sungai serayu * yang saat sekarang ini berdiri bangunan SMP Negeri 1 Patikraja.
Setelah dibangun Sekolah Rakyat pada masa pemerintahan peralihan dari jaman penjajahan menuju pemerintahan Republik Indonesia sekitar tahun 1940-an sekolah Rakyat pindah di Notog mengikuti pemindahan kantor kecamatan beserta pengaturan perpindahan system Administrasi pemerintahan yang berpindah di Notog kecamatan Patikraja.Demikian sejarah singkat cikal bakal dunia pendidikan formal di lingkungan Kecamatan Patikraja,terutama di Desa Patikraja.Jikalau ternyata Eyang Tarman Kramaredja kurang dikenal oleh generasi sekarang,memang disebabkan Kurangnya informasi pada generasi sekarang tentang sejarah cikal bakal dunia pendidikan di Patikraja.Dari sifat Pribadi Sang pemrakarsa pendidikan seperti Eyang Tarman Kramaredja selalu berusaha menyembunyikan identitas keNingratan dan selalu bersifat merendah.Juga sebagai seorang yang mumpuni dalam pemahaman tentang falsafah budaya Jawa,serta lebih mementingkan keharmonisan hubungan dalam masyarakat seorang Tarman Kramaredja memilih menampilkan sosok diri yang familiar ketimbang memperlihatkan keNingratan atau bobot pengetahuannya.Beliau banyak berpesan kepada masyarakat tentang pentingnya kerukunan dan kegotongroyongan tanpa memandang tingkat kasta ataupun perbedaan sosial diantara masyarakat.Julukan yang sering masyarakat elukan kepada beliau adalah “Eyang Guru” karena memang Beliau-lah Guru pertama yang mengejarkan pengetahuan formal semi modern pertama kali di Patikraja.
Demikian sedikit penjelasan tentang sejarah singkat “Cikal bakal dunia pendidikan” di Patikraja.Semoga bermanfaat bagi kita semua juga bagi pengetahuan generasi muda Desa Patikraja sekarang dan kelak di kemudian hari.

*Semua bahan penulisan/ sumber/fakta/ didapat dari penuturan para sesepuh Patikraja dan dikumpulkan juga beberapa keterangan dari para keturunan Eyang Tarman Kramaredja yang masih hidup.

1 comments:

Untu Buah hati Anda said...

Matur nuwun mas atas postingannya..
Memang benar bahwa dengan beliau-beliau inilah maka suatu bangsa bisa maju.
Kebetulan saya juga termasuk salah satu cucu dari Almarhum Mbah Atam "Eyang guru".

Post a Comment

Mohon Tidak memberikan komentar berbau "SARA"

Patikraja New's

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
,