Sumber daya manusia berkualitas dan ketepatan organisasi dalam melaksanakan perencanaan merupakan syarat utama mencapai tujuan pembangunan

Thursday, 29 December 2011

Melirik Sisi Religius Masyarakat Desa Patikraja

Sesungguhnya masyarakat Desa Patikraja adalah masyarakat yang terkenal dengan kerukunannya,mengapa demikian ? dilihat dari perjalanan waktu dan sejarah belum pernah ada sebuah kasus-pun yang mampu memecah belah keutuhan dan kegotong royongan masyarakat Desa Patikraja.Jika ada kasus yang sedikit tajam langsung elemen masyarakat beserta tokohnya bertindak cepat sehingga kasus tersebut dapat diselesaikan.Dilihat dari unsur yang ada masyarakat Desa Patikraja cenderung lebih mudah memaafkan sebuah kesalahan, tidak berperilaku kaku lalu menekan dan memperpanjang suatu masalah.Hanya penyelesaian dan antisipasi agar tak terjadi lagi(kasus serupa)itulah masyarakat Desa Patikraja yang masih kental dengan kekeluargaan dan kegotong-royongan.

Kesibukan akan memenuhi kebutuhan hidup dalam kesehariannya masih terselip kegiatan-kegiatan ke-Agamaan terbukti dengan berbagai majelis ada di Desa Patikraja.Baik Majelis Tahlil,majelis pengajian rutin,ataupun kegiatan santunan anak yatim dan fakir miskin.

Mayoritas penduduk Desa Patikraja adalah muslim/ber-Agama Islam,selebihnya non muslim dengan jumlah yang sangat sedikit.Hampir tiap RT (Rukun Tetangga) di wilayah Desa Patikraja telah berdiri bangunan ibadah (surau) baik surau pribadi maupun swadaya masyarakat.Tempat-tempat pendidikan baca Al-Qur’an tersebar hampir di tiap-tiap surau sebagai sarana pendidikan keagamaan yang dikelola oleh guru-guru ngaji secara sukarela.

Di tengah masyarakat Desa Patikraja terdapat dua Ormas keagamaan yang kuat yaitu Ormas keagamaan Muhammadiyah dan Ormas keagamaan Nahdlatul Ulama ( NU ).Kedua organisasi besar ini hidup di tengah masyarakat Desa Patikraja dengan harmonis.Keduanya membangun dan bergerak untuk memajukan kehidupan keagamaan dan kehidupan social masyarakat Desa Patikraja.Menghidupkan Syiar dan mencerdaskan kehidupan masyarakat, serta mengangkat derajat hidup masyarakat dari segi spiritual.Sungguh suatu ke-harmonisan kehidupan keagamaan yang indah,semoga keharmonisan ini senantiasa terjaga dan kerukunan serta kemakmuran hidup mampu tercapai bagi masyarakat seluruhnya.

Rasa kesetiakawanan sosial masyarakat Desa Patikraja termasuk peringkat yang patut dibanggakan.Terbukti dalam setiap perayaan hari raya kurban di Desa Patikraja selalu sukses dalam pemerataan pembagian daging korban.Pada perayaan tahun ini lebih dari 40 ekor sapi dan ratusan kambing telah dikurbankan,hingga tiap kepala keluarga bisa menerima daging kurban lebih dari 2 Kg dan itupun merata,semua masyarakat menerimanya.Kesadaran dan ke-religiusan masyarakat Patikraja patut ditiru dan di contoh desa-desa lain.Semoga kesetiakawanan social ini semakin meningkat dan kebersamaan dalam kemasyarakatan senantiasa terjaga.Demikianlah sedikit pandangan tentang sisi religius masyarakat Desa Patikraja.

Terimakasih…….penulis 27 Desember 2011

0 comments:

Post a Comment

Mohon Tidak memberikan komentar berbau "SARA"

Patikraja New's

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
,