Saturday, 24 December 2011

“MITOS ANTI GONG GANTUNG DI KAUMAN LAMA DESA PATIKRAJA”





Mitos anti gong gantung di wilayah kauman lama Desa Patikraja akan penulis awali dengan sejarah perkembangan Islam pertama kali di Patikraja.
Sejarah perkembangan Agama Islam pertama kali di Desa Patikraja diawali saat pertama kali seorang ulama bernama “Eyang” Ali Jaka singgah dan bermukim di Patikraja.Tentang asal-usul “Eyang” Ali Jaka sendiri mempunyai dua versi.Versi pertama menyebutkan bahwa “Eyang” Ali Jaka adalah seorang ulama berasal dari Jombor.Sedangkan Versi ke-dua adalah “Eyang” Ali Jaka adalah keturunan seorang ulama dari Purbalingga yang merupakan adik dari “Eyang” Kalijaran.Namun kebanyakan masyarakat Desa Patikraja yang masih keturunan “Eyang” Ali Jaka lebih meyakini versi pertama yaitu berasal dari Jombor.
Kembali kepada penguraian tentang sejarah pengembangan Agama Islam di Desa Patikraja,bahwa saat pertama kali Ulama bernama Ali Jaka singgah dan berniat memperkenalkan Ajaran Islam,masyarakat Patikraja pada waktu itu adalah masyarakat yang terbentuk karena sebuah kepentingan berkaitan dengan paham Animisme tentang kepercayaan terhadap air pethuk telu penyucian jiwa di pertemuan tiga aliran sungai yang letaknya di sebelah selatan barat daya wilayah Desa Patikraja saat ini.Masyarakat yang terbentuk saat itu adalah berasal dari bermacam-macam asal muasal daerah,dan sebagian besar menganut paham Hindu Budha,animisme dan dinamisme.Sedangkan ajaran Islam belum menyentuh mereka.”Eyang” Ali Jaka kemudian memutuskan untuk mengembangkan Agama Islam dan bemukim di Patikraja tepatnya di tengeh-tengah wilayah antara RT03 dan RT04 RWIII (Saat ini) yang pada saat itu menjadi pusat perhatian masyarakat disebabkan di wilayah ini terdapat tempat pemujaan dewa dan tempat pembakaran mayat.Perjuangan Ali Jaka tak mengenal lelah hingga sedikit demi sedikit pemahaman agama Islam mulai dikenal dan sedikit demi sedikit pemahaman animisme maupun dinamisme luntur dan makin banyak pula masyarakat menerima ajaran Agama Islam.Keberhasilan “Eyang” Ali Jaka menyebarkan agama Islam menjadi terkenal dan pengaruh baik yang diberikan “Eyang” Ali Jaka menimbulkan keselarasan hidup diantara masyarakat Patikraja waktu itu,hingga seorang “Eyang” Ali Jaka diberikan penghormatan sebagai pamomong masyarakat (Tokoh) dan tempat beliau bermukim dijuluki “Kauman” artinya tempat bernaung orang-orang beriman.Keberhasilan “Eyang” Ali Jaka menanamkan pengaruh menimbulkan perkembangan baik hingga banyak diantara masyarakat yang ingin belajar agama Islam.
Karena banyaknya masyarakat yang ingin mendapatkan pengajaran agama Islam,”Eyang” Ali Jaka memanggil teman dan keluarganya dari jombor untuk membantu dalam mengembangkan ajaran Agama Islam di wilayah Patikraja.
Istilah Anti Gong Gantung
Waktu berjalan silih berganti hari,berganti bulan,bulan berganti tahun hingga usia “Eyang” Ali Jaka menjadi sepuh dan tua.Keturunannya-pun sudah beranjak Dewasa dan ada pula yang telah mumpuni meneruskan perjuangannya.Hingga suatu hari “Eyang” Ali Jaka berpesan kepada pengikutnya,saudara dan keturunannya untuk tetap dan terus menegakkan Syariat Islam dengan istilah “Anti Gong Gantung” yang artiannya bahwa “Teruskanlah gong itu ditabuh hingga selalu nyaring bunyinya jangan Cuma digantung sebagai hiasan,Teruskanlah menghidupi syiar agama dan teruslah menegakkan Agama Islam .” itulah pesan sesungguhnya dari “Eyang” Ali Jaka.
Melewati pergeseran zaman,istilah anti gong gantung mengalami penyelewengan dan pergeseran makna dan artiannya.Pada awalnya pengertian anti gong gantung adalah seperti dijelaskan penulis diatas,tapi makna sekarang malah muncul sebuah mitos bahwa dalam wilayah kauman lama Desa Patikraja tidak diperkenankan mengadakan tontonan/pertunjukan yang menyertakan gong sebagai bagian alat musik pertunjukan tersebut.Bahkan diembel-embeli akan ada welek (akibat) yang akan ditanggung bila melawan ketentuan “Anti Gong Gantung”.Pertunjukan/tontonan yang dilarang dalam mitos tersebut seperti : wayang kulit,kuda lumping,Lengger yang kesemuaanya itu menyertakan Gong sebagai bagian alat musiknya.Sungguh sangat disayangkan jika mitos anti gong gantung adalah mitos yang salah kaprah yang kebanyakan masyarakat Desa Patikraja pahami saat ini.Karena sesungguhnya mitos tersebut sangat bertentangan dengan pesan “Eyang” Ali Jaka.Jikalau wayang kulit membawa syiar Agama Islam,bukankah tak perlu dilarang di pertunjukkan di wilayah kauman lama ? kecuali pertunjukkan yang memperlihatkan kemaksiatan dan pertunjukkan yang bertentangan dengan syariat Agama Islam seperti memanfaatkan syaithon sebagai modal pertunjukkan.
Demikianlah sedikit penjelasan mengenai mitos Anti Gong Gantung di wilayah Kauman Lama Desa Patikraja yang telah disalah kaprahkan (salah pengertian) oleh sebagian masyarakat Desa Patikraja yang kurang paham makna sesungguhnya.
Semoga tulisan ini bermanfaat dan dapat dipergunakan sebagai pelurusan istilah hingga generasi muda Patikraja memahami arti ssungguhnya dari istilah “Anti Gong Gantung di wilayah kauman lama Desa Patikraja”
* Tulisan ini adalah harapan masyarakat yang mengerti artian sesungguhnya mengenai istilah “Anti Gong Gantung di wilayah Kauman Lama Desa Patikraja” juga segenap keturunan “Eyang” Ali Jaka.








ResultsSearchPatikraja, Desa Patikraja,legenda Patikraja, sejarah Desa Patikraja,Patikraja Banyumas, Desa Patikraja,sidabowa, Desa Patikraja,Desa Pegalongan,Desa Sidabowa,Desa Sokawera,Desa Kesungrandu,Desa Sokawera Kidul,Desa Wlahar Kulon,Kecamatan Ajibarang, Desa Ajibarang Kulon, Desa Ajibarang Wetan, Desa Banjarsari, Desa Ciberung, Desa Darmakradenan, Desa Jingkang, Desa Kalibenda, Desa Karangbawang, Desa Kracak, Desa Lesmana, Desa Pancasan, Desa Pancurendang, Desa Pandansari, Desa Sawangan, Desa Tipar, Kecamatan Banyumas, Desa Binangun, Desa Danaraja, Desa Dawuhan, Desa Kalisube, Desa Karangrau, Desa Kedunggede, Desa Kedunguter, Desa Kejawar, Desa Papringan, Desa Pasinggangan, Desa Pekunden, Desa Sudagaran, Kecamatan Baturaden, Desa Purwosari, Desa Karangmangu, Desa Karangsalam Lor, Desa Karangtengah, Desa Kebumen, Desa Kemutug Kidul, Desa Kemutug Lor, Desa Ketenger, Desa Kutasari, Desa Pamijen, Desa Pandak, Desa Rempoah, Kecamatan Cilongok, Desa Batuanten, Desa Cikidang, Desa Cilongok, Desa Cipete, Desa Gununglurah, Desa Jatisaba, Desa Kalisari, Desa Karanglo, Desa Karangtengah, Desa Kasegeran, Desa Langgongsari, Desa Pageraji, Desa Panembangan, Desa Panusupan, Desa Pejogol, Desa Pernasidi, Desa Rancamaya, Desa Sambirata, Desa Sokawera, Desa Sudimara, Kecamatan Gumelar, Desa Cihonje, Desa Cilangkap, Desa Gancang, Desa Gumelar, Desa Karangkemojing, Desa Kedungurang, Desa Paningkaban, Desa Samudra, Desa Samudra Kulon, Desa Tlaga, Kecamatan Jatilawang, Desa Adisara, Desa Bantar, Desa Gentawangi, Desa Gunung Wetan, Desa Karanganyar, Desa Karanglewas, Desa Kedungwringin, Desa Margasana, Desa Pekuncen, Desa Tinggarjaya, Desa Tunjung, Kecamatan Kalibagor, Desa Kalibagor, Desa Kalicupak Kidul, Desa Kalicupak Lor, Desa Kaliori, Desa Kalisogra Wetan, Desa Karangdadap, Desa Pajerukan, Desa Pekaja, Desa Petir, Desa Srowot, Desa Suro, Desa Wlahar Wetan, Kecamatan Karanglewas, Desa Babakan, Desa Jipang, Desa Karanggude Kulon, Desa Karangkemiri, Desa Karanglewas Kidul, Desa Kediri, Desa Pangebatan, Desa Pasir Kulon, Desa Pasir Lor, Desa Pasir Wetan, Desa Singasari, Desa Sunyalangu, Desa Tamansari, Kecamatan Kebasen, Desa Adisana, Desa Bangsa, Desa Cindaga, Desa Gambarsari, Desa Kalisalak, Desa Kaliwedi, Desa Karangsari, Desa Kebasen, Desa Mandirancan, Desa Randegan, Desa Sawangan, Desa Tumiyang, Kecamatan Kedung Banteng, Desa Baseh, Desa Beji, Desa Dawuhan Kulon, Desa Dawuhan Wetan, Desa Kalikesur, Desa Kalisala, Desa Karangnangka, Desa Karangsalam Kidul, Desa Kebocoran, Desa Kedungbanteng, Desa Keniten, Desa Kutaliman, Desa Melung, Desa Windujaya, Kecamatan Kembaran, Desa Bantarwuni, Desa Bojongsari, Desa Dukuhwaluh, Desa Karangsari, Desa Karangsoka, Desa Karangtengah, Desa Kembaran, Desa Kramat, Desa Ledug, Desa Linggasari, Desa Pliken, Desa Purbadana, Desa Purwodadi, Desa Sambeng Kulon, Desa Sambeng Wetan, Desa Tambaksari Kidul, Kecamatan Kemranjen, Desa Alasmalang, Desa Grujugan, Desa Karanggintung, Desa Karangjati, Desa Karangsalam, Desa Kebarongan, Desa Kecila, Desa Kedungpring, Desa Nusamangir, Desa Pageralang, Desa Petarangan, Desa Sibalung, Desa Sibrama, Desa Sidamulya, Desa Sirau, Kecamatan Lumbir, Desa Besuki, Desa Canduk, Desa Cidora, Desa Cingebul, Desa Cirahab, Desa Dermaji, Desa Karanggayam, Desa Kedunggede, Desa Lumbir, Desa Parungkamal, Kecamatan Patikraja, Desa Karanganyar, Desa Karangendep, Desa Kedungrandu, Desa Kedungwringin, Desa Kedungwuluh Kidul, Desa Kedungwuluh Lor, Desa Notog, Desa Patikraja, Desa Pegalongan, Desa Sawangan Wetan, Desa Sidabowa, Desa Sokawera Kidul, Desa Wlahar Kulon, Kecamatan Pekuncen, Desa Banjaranyar, Desa Candinegara, Desa Cibangkong, Desa Cikawung, Desa Cikembulan, Desa Glempang, Desa Karangkemiri, Desa Karangklesem, Desa Krajan, Desa Kranggan, Desa Pasiraman Kidul, Desa Pasiraman Lor, Desa Pekuncen, Desa Petahunan, Desa Semedo, Desa Tumiyang, Kecamatan Purwojati, Desa Gerduren, Desa Kaliputih, Desa Kalitapen, Desa Kaliurip, Desa Kaliwangi, Desa Karangmangu, Desa Karangtalun Kidul, Desa Karangtalun Lor, Desa Klapasawit, Desa Purwojati, Kecamatan Purwokerto Barat, Desa Kedungwuluh, Desa Kober, Desa Bantarsoka, Desa Rejasari, Desa Pasir Kidul, Desa Karanglewas Lor, Desa Pasirmuncang, Kecamatan Purwokerto Selatan, Desa Purwokerto Kulon, Desa Karang Pucung, Desa Karang Klesem, Desa Tanjung, Desa Teluk, Desa Berkoh, Desa Purwokerto Kidul, Kecamatan Purwokerto Timur, Desa Purwokerto Wetan, Desa Mersi, Desa Arcawinangun, Desa Purwokerto Lor, Desa Sokanegara, Desa Kranji, Kecamatan Purwokerto Utara, Desa Bancarkembar, Desa Grendeng, Desa Karangwangkal, Desa Pabuaran, Desa Sumampir, Desa Bobosan, Desa Purwanegara, Kecamatan Rawalo, Desa Banjarparakan, Desa Losari, Desa Menganti, Desa Pesawahan, Desa Rawalo, Desa Sanggreman, Desa Sidamulih, Desa Tambaknegara, Desa Tipar, Kecamatan Sokaraja, Desa Banjaranyar, Desa Banjarsari Kidul, Desa Jompo Kulon, Desa Kalikidang, Desa Karangduren, Desa Karangkedawung, Desa Karangnanas, Desa Karangrau, Desa Kedondong, Desa Klahang, Desa Lemberang, Desa Pamijen, Desa Sokaraja Kidul, Desa Sokaraja Kulon, Desa Sokaraja Lor, Desa Sokaraja Tengah, Desa Sokaraja Wetan, Desa Wiradadi, Kecamatan Somagede, Desa Kanding, Desa Kemawi, Desa Klinting, Desa Piasa Kulon, Desa Plana, Desa Sokawera, Desa Somagede, Desa Somakaton, Desa Tanggeran, Kecamatan Sumbang, Desa Banjarsari Kulon, Desa Banjarsari Wetan, Desa Banteran, Desa Ciberem, Desa Datar, Desa Gandatapa, Desa Karangcegak, Desa Karanggintung, Desa Karangturi, Desa Kawungcarang, Desa Kebanggan, Desa Kedung Malang, Desa Kotayasa, Desa Limpakuwus, Desa Sikapat, Desa Silado, Desa Sumbang, Desa Susukan, Desa Tambaksogra, Kecamatan Sumpiuh, Desa Banjarpanepen, Desa Bogangin, Desa Karanggedang, Desa Kebokura, Desa Kemiri, Desa Ketanda, Desa Kradenan, Desa Kuntili, Desa Lebeng, Desa Nusadadi, Desa Pandak, Desa Selandaka, Desa Selanegara, Desa Sumpiuh, Kecamatan Tambak, Desa Buniayu, Desa Gebangsari, Desa Gumelar Kidul, Desa Gumelar Lor, Desa Kamulyan, Desa Karangpetir, Desa Karangpucung, Desa Pesantren, Desa Plangkapan, Desa Prembun, Desa Purwodadi, Desa Watuagung, Kecamatan Wangon, Desa Banteran, Desa Cikakak, Desa Jambu, Desa Jurangbahas, Desa Klapagading, Desa Klapagading Kulon, Desa Pangadegan, Desa Randegan, Desa Rawaheng, Desa Wangon, Desa Windunegara, Desa Wlahar, Patikraja, Desa Patikraja, Kecamatan Patikraja, Patikraja Guyub, Pasar Patikraja, Balai Desa Patikraja, Lapangan Patikraja, Jembatan logawa, Jembatan Serayu, info Patikraja, MTs Muhammadiyah Patikraja, Masjid Baitul Muslimin Patikraja, Sungai Logawa, Sungai Serayu, Jembatan Kali Terus, SMP Negeri 1 Patikraja, SMP Negeri 2 Patikraja, SD Negeri 1 Patikraja, SD Negeti 2 Patikraja, Madrasah Iptidaiyah Patikraja, Madrasah Iptidaiyah Maarif Patikraja, SMA Negeri Patikraja, UPK Patikraja, KUA Patikraja, PPAI Patikraja, TK Pertiwi Patikraja, TK Diponegoro Patikraja, Organisasi Muhammadiyah Patikraja, Organisasi Nahdlatul Ulama Patikraja, Ranting Muhammadiyah Patikraja, Ranting Nahdlatul Ulama Patikraja, IPPNU Patikraja, IRM Patikraja, Apotik Patikraja, BRI Patikraja, Mandiri Patikraja, Mini Market Patikraja, Puskesmas Patikraja, Kantor Kecamatan Patikraja, Gedung Da’wah Muhammadiyah Patikraja, KUD Patikraja, Ahass Patikraja, TK aisiyah Patikraja, Remaja Masjid Patikraja, Bengkel Patikraja, Dana mentari Patikraja, PGRI Patikraja, Polsek Patikraja, Dan Ramil Patikraja, Babinsa Patikraja, Warnet Lapangan Patikraja, Gilingan Padi Patikraja, Kecelakaan lalu-lintas di Patikraja, Penghulu Patikraja, Blogspot Patikraja, keyword Pattikraja, Pencarian Kata Kunci Patikraja, Patikraja Mendowan Maniaks, Sawah Patikraja, Guru SMP Patikraja, Guru SD Patikraja, Guru TK Patikraja, TPQ Patikraja, Mushola di Patikraja, Gedung Patikraja, Bank Jateng Patikraja, BKK Patikraja, Danamon Patikraja, Warnet Legion Patikraja, Warnet Zaky Patikraja, Zakynet Patikraja, Legionnet Patikraja, Hokerynet Patikraja, Warnet Hokery Patikraja, Masjid Sirojul Patikraja, Mushola Almaulana Patikraja, SSB Patikraja, facebook Patikraja, Jalan Balai Desa Patikraja, Counter Hp Patikraja, Logawa Celluler Patikraja, Zullfa Celluler Patikraja, G Celluler Patikraja, Foto Copy Patikraja, Kuburan Patikraja, Bantaran Sungai Patikraja, Warung Sate Dua Saudara Patikraja, Toko Roti Patikraja, Bank Surya Yudha Patikraja, Paving Block Patikraja, Toko Bahan Bangunan Patikraja, Toko Viola Patikraja, Toko Kacek Patikraja, Toko Gimin Patikraja, Perangkat Desa Patikraja, Pemdes Patikraja, Desa Pegalongan, Desa Mandirancan, Mendowan Mendol, Budz Burger, Ngepas Patikraja,









No comments:

Post a Comment

Mohon Tidak memberikan komentar berbau "SARA"

POS TERPOPULER

Legenda Patikraja

Awal peradaban Desa Patikraja Patikraja zaman dahulu adalah lokasi penyeberangan perjalanan menuju pantai selatan.Hingga di daerah ini ...