Saturday, 24 December 2011

Panembahan Mbah Jaka di Patikraja

Panembahan (petilasan) Mbah Jaka di Patikraja terletak di pinggir sungai Logawa Patikraja ujung sebelah selatan Barat Daya di dekat pertemuan antara sungai Logawa Patikraja dengan sungai serayu.Petilasan ini sering digunakan sebagai tempat menyepi dan bersemedi dalam rangka laku spiritual.Baik dari kalangan penari kuda lumping guna mencari sintren/indang juga dari sebagian kalangan pelaku ilmu klenik lainnya.Di tempat ini terdapat juga altar untuk pembakaran kemenyan.Entah siapa yang pertama kali membangun kebiasaan semacam ini tapi semua itu adalah termasuk laku animisme yang masih tersisa dari tinggalan budaya pemahaman animisme jaman dahulu.

Sesungguhnya tempat apakah gerangan dan bagaimanakah sejarah mengenai Panembahan (petilasan) Mbah Jaka ini di Bangun ?

Di zaman tahun 1940-an sesungguhnya panembahan ini belumlah ada dan lokasi tempat panembahan Mbah Jaka waktu itu hanyalah pinggiran sungai Logawa.Dan di lokasi ini memang telah di tanam sebuah pohon beringin sebagai tadah tanah/penguat tanah dari bahaya erosi .

Sedangkan makam asli dari “Eyang” Ali Jaka berada di kompleks pemakaman Desa Patikraja sebelah barat,di pinggir sungai logawa Patikraja sebelah utara masjid Bhaitul Muslimin (saat ini).Tapi sekitar tahun 1970-an terjadilah banjir besar sungai Logawa Patikraja,Banjir besar ini menggerus dan meruntuhkan dinding lokasi pemakaman,banyak diantara makam yang longsor terbawa arus sungai termasuk makam “Eyang” Ali Jaka (Sang sesepuh ulama penyebar Agama Islam pertama di Desa Patikraja).Makam Beliau yang pada waktu itu dibangun cungkup ikut longsor.Sungguh sangat disayangkan sebuah peninggalan pelaku sejarah penyebar Agama Islam pertama di Desa Patikraja hilang terbawa arus banjir sungai Logawa Patikraja.

Pada keesokan harinya setelah surut (reda) seorang warga menemukan atap dan kayu-kayu cungkup makam “Eyang” Ali Jaka di pelataran pinggir sungai logawa sebelah selatan Desa Patikraja,menyangsang/tersangkut pada batang pohon beringin.Atas kesepakatan para sesepuh Desa Patikraja waktu itu,di bangunlah di tempat tersebut sebuah petilasan guna mengingat /mengenang sejarah “Eyang” Ali Jaka.Semua bagian atap termasuk kayu-kayunya dikubur di tempat tersebut.Namun generasi muda sekarang kurang memahami sejarah pendirian petilasan”Eyang” Ali Jaka,hingga tempat tersebut di yakini sebagai makam.Padahal tempat tersebut sesungguhnyalah tempat mengubur benda-benda cungkup Makam “Eyang” Ali Jaka yang tersangkut/tersangsang di batang pohon beringin.Salah persepsi dan salah pengertian mereka tentang tempat tersebut sampai sekarang berkembang menyesatkan pemahaman generasi muda sekarang.Pengertian mereka tentang tempat tersebut menyeleweng dari tujuan dibangunnya petilasan Mbah Jaka yang sesungguhnyalah hanya untuk mengenang sejarah seorang Ulama penyebar Agama Islam Pertama kali di Desa Patikraja,malah sekarang ini dijadikan tempat laku klenik yang menyimpang dari syariat Agama Islam,sungguh sangat disayangkan.

Demikianlah sedikit penjelasan tentang petilasan (panembahan) Mbah Jaka (Eyang Ali Jaka) semoga bermanfaat.

No comments:

Post a Comment

Mohon Tidak memberikan komentar berbau "SARA"

POS TERPOPULER

LOG CELL PATIKRAJA (Logawa Celluler Patikraja)

Logawa Celluler Patikraja adalah sebuah toko handphone dan segala kelengkapannya termasuk menjual Pulsa reguler,pulsa data,token listrik,ka...