Tuesday, 28 February 2012

Wahana "Calon independen" untuk Pilkada Banyumas

Ulasan:
Kita semua tahu lemahnya kader pemimpin dari kalangan Partai.Padahal partai politik sebagai pilar utama demokrasi selalu dituntut untuk menyiapkan dan menghasilkan kader-kader professional,jujur,ber-integrasi tinggi,dan berwawasan luas.Masalah itu tentu bertolak belakang dengan harapan masyarakat yang begitu tinggi terhadap keberadaan partai di tanah air.Kesimpulan diatas tentu berpijak dari kenyataan bahwa potret sejumlah partai di negeri ini belum seperti yang diharapkan.Ketika Republik ini memutuskan mengususng demokrasi,maka pada diri partai disandarkan harapan tinggi.Ketika dimulai orde Reformasi,ada fakta yang menunjukkan begitu tinggi gairah membentuk partai.Tetapi keinginan itu akhir-akhir ini surut kembali,karena tidak sesederhana yang dibayangkan semula.Demokrasi seperti dikatakan para ahli,dapat dipahami sebagai dua moment.Momen pertama adalah momen politik ketika kekuatan rakyat membentuk politik dengan mendefisinikan isi dan tipe politik yang diinginkan.Di sini rakyat bertindak sebagai kekuatan yang menciptakan subtansi.Mereka lalu menyalurkan kehendak politiknya dalam bentuk prinsip-prinsip pokok konstitusi yang member arah,visi,dan haluan pada kesatuan politik yang bernama Negara.Pada momen yang kedua,rakyat akhirnya menjadi eksekutif,legislative,dan yudikatif (setelah melewati proses pesta demokrasi “pemilu”)Kekuasaan yang dimiliki oleh tiga komponen ini adalah kekuasaan legal formal yang memiliki wilayah dan otoritas masing-masing.Tetapi apa yang kita saksikan setelah rakyat ber-metamorfosis menjadi tiga wilayah kekuasaan itu,tidak ada lagi rakyat yang sesungguhnya di sana.Rakyat hanya muncul dalam lima tahun,dan kembali sesudahnya menjadi non politis.Ini karena jiwa kerakyatan dan kesadaran dari mereka tentang asal mereka dan kesadaran mereka tentang campur tangan rakyat/masyarakat dalam proses menuju kedudukan mereka saat ini.Sedemikian cepat tiga komponen itu meninggalkan ruhnya,sehingga yang terjadi adalah seperti yang kita saksikan hari-hari ini.Eksekutif merasa dirinya sudah mendepat mandate,sehingga bias se-enaknya sendiri,tanpa merasa perlu mendengar rakyat.Para legislator merasa tidak perlu mempunyai telinga,karena merasa sudah membayar dan menjadi rumangsa pinter.Adapun yudikatif merasa paling benar karena dialah penafsir tunggal ayat-ayat hokum.Rumangsa pinter dan tidak mau mendengar inilah yang menjadikan partai-partai berjalan menurut logika sendiri.Partai merasa tidak mau belajar,sehingga ia hidup tetapi kehilangan ruhnya.Banyak partai lebih menampilkan diri seperti gerombolan,meskipun ada wujud organisasi.Dalam konteks seperti ini kaderisasi tidak berjalan karena merasa tidak perlu melakukan hal itu.Mereka susah bergerak menjadi partai modern.Melihat keadaan seperti ini apakah calon dari Independen masih harus kita kesampingkan ?Walau kita semua tahu bahwa tidaklah mudah bagi kita semua untuk mewujudkannya.Dan setelah terwujud calon Independen kemudian ternyata dapat terpilih,apakah semua diantara kita mampu untuk sepakat membantu kelancaran proses keberlangsungan kepemimpinannya terutama bagi mereka yang duduk dalam Dewan ? Apakah semua diantara kita akan selalu mendukung demi kelancaran pembengunan dan demi keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia ? Yang ditakutkan oleh masyarakat saat ini tentang calon Independen adalah : akan terjegalnya berbagai kebijakan langkah seorang penguasa jika dia dilahirkan dari rahim Independen.Jikalau Banyumas mampu mewujudkan adanya calon Independen dan berhasil mendudukannya pada jabatan pemimpin pemerintahan,haruslah elemen masyarakat beserta ormas maupun LSM mau menjadi Backking Background tegaknya kepemimpinannya.Itupun jika kepemimpinannya sesuai dengan harapan masyarakat.Semoga wahana yang sedang diperjuangkan oleh sebagian masyarakat Banyumas tentang calon Independen dapat terwujud dan dapat memiliki dukungan secara konstitusi di Kabupaten Banyumas.Amien

No comments:

Post a Comment

Mohon Tidak memberikan komentar berbau "SARA"

POS TERPOPULER

DESA PATIKRAJA PERNAH JADI IBUKOTA BANYUMAS KANOMAN

Diceriterakan bahwa pengaruh Kongsi dagang VOC semakin kuat di Nusantara,sistem yang diterapkan pada waktu itu adalah mengambil para raja-r...

Posting Paling Sering Dikunjungi