Sumber daya manusia berkualitas dan ketepatan organisasi dalam melaksanakan perencanaan merupakan syarat utama mencapai tujuan pembangunan

Saturday, 24 March 2012

Bangunan Tua di Patikraja

Bangunan tua atau bangunan bersejarah adalah merupakan bagian dari sejarah itu sendiri.Bangunan tua menjadi prasasti / menjadi benda yang mampu sebagai bukti dari perjalanan kehidupan sebelumnya.Sebuah kota atau daerah tanpa bangunan tua ibarat orang tanpa ingatan.Oleh karena itu bangunan tua harus dilestarikan keberadaannya.Karena semakin tua bangunan akan semakin mahal nilai dan harganya.Harga sebagai aset pengenalan sejarah terhadap anak cucu kita.Bicara soal pelestarian kaitannya dengan pengawetan situs,benda,maupun bangunan tua itu sendiri.Betapa mahalnya bangunan tua,dalam kondisi berdirinya saja akan menghasilkan banyak uang sebagai tempat wisata maupun sebagai tempat study bagi para pelajar dan mahasiswa.Bahkan bagi wisatawan asing yang hoby terhadap sejarah dan peninggalannya akan sangat menarik.Mereka akan menulis dan menerbitkan tulisannya sebagai barang yang menghasilkan uang.Jati diri suatu kota dan daerah sangat dinamis selalu berubah ubah sesuai dengan kondisi peradabannya,serta ada nuansa dinamis yang selalu berubah-ubah.Kadang ada suatu pendapat yang salah bahwa pelestarian konservasi berarti tak ada pembangunan.Pendapat semacam ini tak betul/salah sebab bisa saja dibangun baru dengan catatan bagian bangunan yang kuno dipertahankan.Memelihara bangunan kuno berarti melestarikan karya arsitektur.Ada suatu sesal dari efek pembangunan yang tak ramah lingkungan berkaitan dengan bangunan tua bersejarah,salah satu contoh yang terjadi di Yogyakarta dan Samarinda yakni perumahan Ledok code Yogyakarta dan Komplek citra niaga di Samarinda yang tercatat di buku "The best in the Word" terbitan tahun 2001.Ternyata rumah terbuat dari bambu yang sudah masuk dalam buku the best arsitektur ternyata sekarang tidak ada lagi akibat lahannya terkena pelebaran jembatan.Sangat disesalkan,termasuk karya terbaik kok hilang begitu saja.Padahal kalau ada kepekaan arsitek di Yogya,paling tidak bangunan itu bisa dipindahkan.Dalam kaitan ini penulis berharap semoga di Desa Patikraja yang masih terdapat bangunan tua peninggalan tempo doeloe dapat dipertahankan dan dilestarikan sebagai aset sejarah dan sebagai bahan pengetahuan bagi generasi yang akan datang.Ada beberapa Bangunan yang mengandung nilai sejarah di Desa Patikraja walaupun aset bangunan bukanlah milik pemerintahan Desa namun keberadaannya telah mewarnai kehidupan masyarakat Patikraja.Semoga bangunan bangunan tersebut dapat dilestarikan dan menjadi mata pengetahuan generasi selanjutnya.




1 comments:

Anonymous said...

Perlahan bangunan-bangunan tua itu akan musnah, baik karena usia maupun karena tuntutan perkembangan jaman. Oleh karena itu, penting untuk menggali riwayat bangunan-bangunan yang pernah mengisi tata ruang Patikraja.
Riwayat serta foto tempo dulu mengenai pasar, balai desa, jalur rel yang pernah melintasi Patikraja sampai dengan jembatan merah di Mandirancan.
Rasanya aneh, di Patikraja hampir tidak ada, atau malah tidak ada sama sekali bangunan dengan arsitektur peninggalan Belanda.
Apakah ini berarti di jaman Belanja dulu Patikraja bukanlah wilayah penting bagi Belanja, setidaknya jika dibandingkan dengan desa sebelah, Notog.

Post a Comment

Mohon Tidak memberikan komentar berbau "SARA"

Patikraja New's

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
,