Sumber daya manusia berkualitas dan ketepatan organisasi dalam melaksanakan perencanaan merupakan syarat utama mencapai tujuan pembangunan

Friday, 1 June 2012

Pemerintah Hendaknya Hidupkan Kembali SPG (Sekolah Pendidikan Guru)


Sekolah Pendidikan Guru (SPG) telah lama dihapus,padahal dari sekolah ini telah tercipta para pendidik yang profesional dan terbukti lebih handal dalam menangani proses pengajaran ketimbang lulusan akademik ataupun universitas yang tanpa didasari jenjang pendidikan sekolah guru sebelumnya.Mental mendidik yang kurang profesional sering kita jumpai di sekolah-sekolah baik kekerasan,ketidak sabaran seorang guru terhadap muridnya atau kurang bertanggung jawabnya seorang guru terhadap profesi merupakan cermin kurang berhasilnya sistem dunia pendidikan dalam mencetak guru (pendidik) sekarang ini.
Penulis merasa janggal dengan mental-mental pendidik yang pernah sesekali penulis temukan pada sekolah,salah satu contoh adalah cara mendidik seorang guru yang mudah emosi serta memperlakukan seorang murid dengan perlakuan yang tidak mendidik baik.
Pengalaman penulis selama menjadi seorang pelajar di masa orde baru jika dibandingkan dengan sekarang ini sepertinya jauh sekali perbedaannya.Seorang guru yang tercetak dari sekolah pendidikan guru waktu itu lebih mampu mengatasi berbagai temperament siswa serta lebih berhasil menahan segala sesuatu yang berakibat kurang baik terhadap siswa/murid.
Ini sebagai bukti bahwa pendidik (guru) yang dihasilkan dari SPG (Sekolah Pendidikan Guru) lebih berkualitas dalam menangani proses belajar mengajar siswa didiknya.
Berdasarkan pengalaman empiris justru melalui SPG mampu dicetak tenaga handal sebagai pendidik. Kalaupun tingkat pendidikan mereka masih belum standar, tetapi sudah ada jurusan spesilialis di Perguruan Tinggi yang dapat mengakomodir mereka. Pasalnya melalui SPG akan tercipta calon pendidik yang special karena mereka telah disiapkan untuk menjadi guru professional.
Kalimat bercetak biru diatas pernah penulis baca dari sebuah media cetak,dan memang benar adanya,diharapkan Pemerintah Pusat berpikir dan menghidupkan kembali sekolah pendidikan guru di tingkat STLA.
Seringnya terjadi kasus kekerasan guru terhadap muridnya merupakan sebuah bukti nyata bahwa ilmu/pendidikan psikologis belum tertancap dan tertanam dengan baik di kalangan pendidik muda sekarang ini.
Penulis sangat menyayangkan keberadaan Sekolah Pendidikan Guru – SPG sebagai Lembaga yang menghasilkan tenaga Guru profesional, justru diberhentikan.Penulis dan banyak masyarakat sekarang ini berharap "PEMERINTAH PUSAT MENGHIDUPKAN KEMBALI SEKOLAH PENDIDIKAN GURU SETINGKAT SLTA" demi mencetak tenaga guru yang lebih profesional dan handal.Penulis berharap kepada siapa saja yang membaca sedikit tulisan ini untuk ikut serta berusaha mewujudkan harapan penulis dengan mengembangkan opini yang sama di berbagai media baik jejaring sosial,Blog ataupun pada situs-situs publik lainnya.Bukan berarti merendahkan citra atau menyepelekan hasil lulusan akademik/universitas pendidikan sekarang ini,namun lebih karena keprihatinan terhadap cara mengajar dan kasus-kasus buruk yang sering terjadi sekarang ini.
Demikian opini Patikraja New's tentang Harapan Kepada Pemerintah Pusat Untuk Menghidupkan Kembali SPG (Sekolah Pendidikan Guru)

1 comments:

fast money said...

SAYA SANGAT SETUJU,SPG DIHIDUPKAN LAGI !!! Asal kurikulumnya sama dengan kurikulum SPG dahulu,kalau mau ada perubahan kurikulum ya itu boleh saja karena mengikuti perkembangan jaman,tetapi kurikulum yg pokok jgn dihilangkan.mengapa demikian ? jwb:Sekolah Pendidikan Guru (SPG) itu sudah bagus dan profesional !!! kalau ingin lebih profesional lagi,dari SPG ditambah ke S1 dan kurikulumnya menyambung dari Kurikulum SPG ke yang lebih tinggi dan profesoinal lagi.Bukan mengulang-ulang kurikulum SPG. Mengapa demikian ? Karena saya guru SD alumnus Sekolah Pendidikan Guru Negeri Kebumen (SPG Negeri Kebumen),D2 PGSD UNS,S1 UT.Jadi saya merasakan langsung ilmu yg saya serap. tapi maaf saya tidak menyinggung pihakmanapun,yang penting maritingkatkan bersama kemajuan pendidikan di Indonesia....

Post a Comment

Mohon Tidak memberikan komentar berbau "SARA"

Patikraja New's

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
,