Wednesday, 23 January 2013

Mie Ayam Ceker "Kang Yudi" Patikraja

Mie Ayam Kang Yudi PATIKRAJA
Mie Ayam Ceker "Kang Yudi" Patikraja,sajian makanan siap saji di Desa Patikraja yang mantap rasanya namun murah harganya,penuh inovasi rasa hingga membuat pelanggan ingin selalu datang berulang kali karena rasanya yang selalu enak dan bervariasi dalam kelezatannya.
Mie Ayam Ceker "Kang Yudi" Patikraja selain berkwalitas dalam sajian rasa,juga nyaman tempat hingga Siapa saja yang menyantapnya merasa betah dan senang.Mini resto ini juga menyediakan berbagai aneka minuman,selain beberapa jenis minuman yang tersebut dalam photo diatas,juga menyediakan berbagai minuman yang mungkin tidak anda temukan di kedai minum lainnya,salah satu contoh adalah soda gembira dan masih banyak lagi yang belum dan tidak tersebut dalam gambar promosi.
Jika Anda telah berlangganan atau Anda yang belum berlangganan ingin mencicipinya bisa Anda kunjungi Mie Ayam Ceker Kang Yudi Patikraja yang beralamat di : Jln. Raya Patikraja Purwokerto,lokasi depan kuburan Patikraja sebelah utara Toko/Bengkel sepeda "OBOR BAHAGIA".
Selamat mencoba sebagai undernaline kuliner Anda.
Pesan ini disampaikan oleh Patikraja New's

Opini Berkait PILKADA Bupati ( PILBUP )

Pilkada Bupati dan wakil Bupati,menguras biaya besar.Kegiatan per-Lima tahunan ini sesungguhnya menjadi beban bagi percepatan menuju kemajuan .Seandainya  besarnya biaya itu digunakan dalam rangka pembangunan di  tiap-tiap Pemerintahan Daerah,pastilah akan lebih baik.Namun semangat demokrasi ini sudah berjalan dan telah ada aturan hukumnya hingga pandangan orang kecil seperti penulis hanya menjadi angan angan yang ketinggalan jaman.
jika hasil PilBup ini kurang atau bahkan tidak berkwalitas (tidak sesuai harapan masyarakat) maka kerugianlah akibatnya sedangkan hasil ke-kurang kwalitas-an berkaitan dengan lebih banyaknya masyarakat pemilih yang tertipu janji-janji para kandidat.Apalagi kandidat terpilih setelah duduk menjabat sebagai Bupati dan wakil Bupati  melakukan tindak korupsi.Atau Kandidat terpilih hingga akhir masa jabatannya mengingkari janji-janji saat berkampanye, maka akan menyakiti  hati masyarakat.Sedangkan kebanyakan dari calon kurang mau mempelajari Rencana Pembangunan Jangka Panjang Pemerintahan  Daerah,hingga segala ide spekulasi sebagai penarik minat para pemilih dikoarkan dalam berkampanye.Atau bisa jadi memang sengaja dilakukan demi kemenangan.Tantangan mendidik kepada masyarakat perlu disisipkan dalam proses PILKADA ini,berbagai kesadaran masyarakat tentang perlunya memilih dengan rasa tanggungjawab sangat perlu dkembangkan.Seyogyanya tiap kandidat memberikan pemahaman yang baik dan benar kepada masyarakat,tidak hanya melakukan berbagai cara penarik pemilih walau dengan langkah yang kurang bijak,kurang benar,kurang mendidik kepada masyarakat.Banyak pengalaman masyarakat yang merasa tertipu oleh janji-janji palsu dan janji-janji yang diingkari (walau mungkin karena belum sempat ter-realisasi).
Sedangkan Banyak sekali dampak dari Pilkada Bupati yang kurang menguntungkan bagi masyarakat.
Dampak dari pesta demokrasi inipun sudah terlihat di awal prosesnya,contoh kecil disadari ataupun tidak sebuah stiker pengenal pasangan calon kini merusak pandangan,stiker berlomba-lomba seolah beradu siapa yang paling banyak.Terkadang stiker ditempel di sembarang tempat yang efeknya merusak pemandangan atau juga merusak  bidang/tempat tertempelnya stiker itu.Demikian juga dengan Baliho,bahkan Baliho-pun berlomba-lomba menambah pemandangan yang kurang segar dilihat.Se-andainya stiker/baliho lebih bersifat global (dalam artian 1 baliho memuat semua kandidat walau mungkin saat ini tidak sesuai peraturan perundang-undangan) dan cukup berukuran kecil lalu ditempatkan pada tempat yang tepat,tentunya ke-rapian dan keselarasan pemandangan akan terlihat.Begitu pula dengan stiker,semua kandidat ada lalu cukup diberikan kepada masyarakat....soal mau dipasang atau tidak itu tergantung masing-masing.Jika hal-hal semacam ini bisa dilaksanakan,kayaknya kerapihan lingkungan akan terwujud.Dari semua hal diatas butuh ke-ikut sertaan pihak KPU dan KPUD untuk berusaha mewujudkan harapan masyarakat ini.Saat ini tak ada istilah "Paling banyak alat peraga kampanye berarti paling banyak pendukung"  TIDAKLAH DEMIKIAN ! saat ini masyarakat sudah pandai.Apakah Anda juga berpendapat selaras dengan saya ? BERIKAN KOMENTAR ANDA....TERIMAKASIH.
Demikian opini Patikraja New’s semoga bermanfaat

Wednesday, 16 January 2013

Pemilihan umum Bupati dan Wakil Bupati (PILBUP) Banyumas 2013

Calon Bupati dan wakil Bupati Banyumas 2013-2018

Jadwal Pemilihan umum Bupati dan Wakil Bupati Banyumas ditetapkan 17 Februari 2013.Berdasarkan Surat Keputusan KPU Kabupaten Banyumas Nomor 01/Kpts/KPU-Kab-012.329373/2012 tertanggal 29 Maret 2012.Pemilukada, meliputi tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap penyelesaian.Tahapan-tahapan Pemilukada yang telah, sedang dan akan dilaksanakan adalah sbb :
Tahap persiapan meliputi pembentukan/pengangkatan Badan Penyelenggara yaitu Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) yang dijadwalkan mulai 6 Juli s/d 31 Juli 2012, Panitia Pemungutan Suara/PPS (21 Juli s/d 13 Agustus 2012), dan Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (14 Agustus s/d 20 Agustus 2012.
Kemudian penerimaan pemberitahuan Akhir Masa Jabatan Bupati dan Wakil Bupati Banyumas pada 11 November 2012, pemberitahuan dan pendaftaran pemantau 15 s/d 21 September 2012, serta sosialisasi dan pendidikan pemilih yang telah dimulai pada Februari 2012 dan akan berlangsung sampai dengan 17 Februari 2013)
Tahap pelaksanaan meliputi Pendaftaran Pemilih, dimulai penyerahan Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) dari Pemkab Banyumas kepada KPU pada 10-17 Juli 2012, penyusunan bahan Daftar Pemilih Sementara (DPS) 18 Juli s/d 3 September 2012, coklit data pemilih dan penyusunan DPS oleh PPS dibantu PPDP 7 September s/d 14 Oktober 2012, pengesahan dan pengumuman DPS 15 Oktober s/d 5 November 2012, penyusunan Daftar Pemilih Tetap (DPT) 13 November s/d 12 Desember 2012, serta penetapan dan pengumuman DPT 13-16 Desember 2012.
Pada tahap berikutnya, Pencalonan, untuk calon perseorangan penyerahan dokumen dukungan bakal calon pada 20-24 Oktober 2012, verifikasi dan rekapitulasi oleh PPS 26 Oktober s/d 8 November 2012, dan verifikasi serta rekapitulasi oleh PPK dan KPU Kabupaten Banyumas 9-15 November 2012.
Untuk Calon Perseorangan dan Parpol/Gabungan Parpol, pendaftaran 19-25 November 2012, pemeriksaan kesehatan bakal pasangan calon 20 November s/d 2 Desember 2012, penelitian tahap I 26 November s/d 2 Desember 2012, masa perbaikan 3-16 Desember 2012, penelitian tahap II 17-30 Desember 2012, penetapan bakal calon yang memenuhi syarat 31 Desember 2012, dan pengundian nomor urut 4 Januari 2013.
Selanjutnya Pengadaan dan Distribusi Logistik, mulai pencetakan logistik pada 20 Desember 2012 s/d 14 Januari 2013, sortir dan setting/packing surat suara dan formulir 16 Januari s/d 4 Februari 2013, dan distribusi ke PPK, PPS dan KPPS 5 s/d 16 Februari 2013. Diteruskan dengan kampanye calon Bupati-Wabup yang dijadwalkan 31 Januari s/d 13 Februari 2013, selanjutnya masa tenang 14-16 Februari 2013.
Pemungutan dan penghitungan suara diawali dengan pembentukan KPPS pada 13-27 Januari 2013, pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara di TPS pada 17 Februari 2013, rekap hasil di PPS 18 Februari 2013, rekap hasil di PPK 19-21 Februari 2013, dan rekap hasil serta penetapan pasangan calon terpilih di KPU Kabupaten Banyumas 22-24 Februari 2013.
Untuk tahap penyelesaian, penyampaian Perselisian Hasil Pemilihan Umum (PHPU) 25-27 Februari 2013, penyelesaian PHPU di Mahkamah Konstitusi 28 Februari-19 Maret 2013, pemungutan suara putaran II (jika ada) 7 April 2013, dan penetapan pasangan calon terpilih putaran II 12-14 April 2013.
Semoga PILBUP Banyumas tahun 2013 guna memilih Bupati dan Wakil Bupati masa jabatan 2013-2018 dapat dilaksanakan dengan sukses tanpa suatu kendala apapun,dan semoga calon Bupati dan Wakil Bupati berkenan untuk mempelajari dan memahami UU Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD), sehingga Visi Misi yang mereka usung, yang nantinya akan menjadi acuan pembentukan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), sesuai dengan RPJPD.Dan ini memberikan pendidikan kepada masyarakat bahwa pembangunan jangka panjang di tingkat Pemerintahan se-tingkat Kabupaten itu ada,sehingga mereka tidak dengan mudah termakan janji palsu yang mungkin sengaja dilontarkan sebagai isue kebijakan rencana pembangunan spekulan oleh salah satu calon tertentu yang cuma mencari terobosan langkah guna menarik pemilih.
Demikian Patikraja New's melaporkan.