Wednesday, 23 January 2013

Opini Berkait PILKADA Bupati ( PILBUP )

Pilkada Bupati dan wakil Bupati,menguras biaya besar.Kegiatan per-Lima tahunan ini sesungguhnya menjadi beban bagi percepatan menuju kemajuan .Seandainya  besarnya biaya itu digunakan dalam rangka pembangunan di  tiap-tiap Pemerintahan Daerah,pastilah akan lebih baik.Namun semangat demokrasi ini sudah berjalan dan telah ada aturan hukumnya hingga pandangan orang kecil seperti penulis hanya menjadi angan angan yang ketinggalan jaman.
jika hasil PilBup ini kurang atau bahkan tidak berkwalitas (tidak sesuai harapan masyarakat) maka kerugianlah akibatnya sedangkan hasil ke-kurang kwalitas-an berkaitan dengan lebih banyaknya masyarakat pemilih yang tertipu janji-janji para kandidat.Apalagi kandidat terpilih setelah duduk menjabat sebagai Bupati dan wakil Bupati  melakukan tindak korupsi.Atau Kandidat terpilih hingga akhir masa jabatannya mengingkari janji-janji saat berkampanye, maka akan menyakiti  hati masyarakat.Sedangkan kebanyakan dari calon kurang mau mempelajari Rencana Pembangunan Jangka Panjang Pemerintahan  Daerah,hingga segala ide spekulasi sebagai penarik minat para pemilih dikoarkan dalam berkampanye.Atau bisa jadi memang sengaja dilakukan demi kemenangan.Tantangan mendidik kepada masyarakat perlu disisipkan dalam proses PILKADA ini,berbagai kesadaran masyarakat tentang perlunya memilih dengan rasa tanggungjawab sangat perlu dkembangkan.Seyogyanya tiap kandidat memberikan pemahaman yang baik dan benar kepada masyarakat,tidak hanya melakukan berbagai cara penarik pemilih walau dengan langkah yang kurang bijak,kurang benar,kurang mendidik kepada masyarakat.Banyak pengalaman masyarakat yang merasa tertipu oleh janji-janji palsu dan janji-janji yang diingkari (walau mungkin karena belum sempat ter-realisasi).
Sedangkan Banyak sekali dampak dari Pilkada Bupati yang kurang menguntungkan bagi masyarakat.
Dampak dari pesta demokrasi inipun sudah terlihat di awal prosesnya,contoh kecil disadari ataupun tidak sebuah stiker pengenal pasangan calon kini merusak pandangan,stiker berlomba-lomba seolah beradu siapa yang paling banyak.Terkadang stiker ditempel di sembarang tempat yang efeknya merusak pemandangan atau juga merusak  bidang/tempat tertempelnya stiker itu.Demikian juga dengan Baliho,bahkan Baliho-pun berlomba-lomba menambah pemandangan yang kurang segar dilihat.Se-andainya stiker/baliho lebih bersifat global (dalam artian 1 baliho memuat semua kandidat walau mungkin saat ini tidak sesuai peraturan perundang-undangan) dan cukup berukuran kecil lalu ditempatkan pada tempat yang tepat,tentunya ke-rapian dan keselarasan pemandangan akan terlihat.Begitu pula dengan stiker,semua kandidat ada lalu cukup diberikan kepada masyarakat....soal mau dipasang atau tidak itu tergantung masing-masing.Jika hal-hal semacam ini bisa dilaksanakan,kayaknya kerapihan lingkungan akan terwujud.Dari semua hal diatas butuh ke-ikut sertaan pihak KPU dan KPUD untuk berusaha mewujudkan harapan masyarakat ini.Saat ini tak ada istilah "Paling banyak alat peraga kampanye berarti paling banyak pendukung"  TIDAKLAH DEMIKIAN ! saat ini masyarakat sudah pandai.Apakah Anda juga berpendapat selaras dengan saya ? BERIKAN KOMENTAR ANDA....TERIMAKASIH.
Demikian opini Patikraja New’s semoga bermanfaat

No comments:

Post a Comment

Mohon Tidak memberikan komentar berbau "SARA"

POS TERPOPULER

DESA PATIKRAJA PERNAH JADI IBUKOTA BANYUMAS KANOMAN

Diceriterakan bahwa pengaruh Kongsi dagang VOC semakin kuat di Nusantara,sistem yang diterapkan pada waktu itu adalah mengambil para raja-r...

Posting Paling Sering Dikunjungi