Saturday, 21 December 2013

Manusia Manusia Bodoh

Manusia-manusia bodoh,mengapa bodoh ? dan siapa yang pandai? Apakah saya,dia,atau siapakah yang bodoh ? Banyak orang dengan mudahnya menyimpulkan si "anu" bodoh si "unu" bodoh,tapi yang bicara tak tahu bahwa si anu dan si unu lebih beruntung kehidupannya ketimbang dia.Lalu apa si bodoh itu ? dan siapa sih yang bodoh ? dan bagaimana si sesungguhnya pengertian bodoh ?
Keberuntungan manusia terkadang menjadi standar pandangan masyarakat mengenai kebodohan,mengapa ? Karena setiap kebodohan selalu dikaitkan dengan ke-tidak beruntungan.Ada kalimat yang populer "Kebodohan adalah awal kemiskinan" dan ada pula "Kebodohan adalah kemiskinan" serta banyak lagi kalimat kebodohan dikaitkan dengan kemiskinan.
Bodoh biasanya kurang pemahaman,tidak paham,tidak mengerti,dan tidak memiliki ketajaman pengingat hingga dia dikategorikan sebagai orang bodoh.Tapi perlu disadari bahwa orang yang dianggap bodoh dan berkeadaan miskin kehidupannya tidak se-rumit dan seberat orang yang dianggap pandai oleh masyarakat.
Banyak orang pandai tapi ruwet dan penuh problema dalam kehidupannya banyak masalah bahkan terjerat masalah.Banyak para koruptor masuk penjara yang tentunya mereka bukanlah orang bodoh.Banyak tukang copet dan jambret tertangkap digebugin teus masuk penjara juga padahal dia punya kepandaian dan keahlian (tapi kalai jambret dan copet emang resikonya tertangkap ya,...xixixixi) tangan.
Kebodohan yang penulis gambarkan diatas adalah kebodohan dengan argumentasi kekurangan dan kemiskinan.Jika anda tidak sependapat dengan apa yang saya sampaikan maka bisa jadi anda termasuk orang bodoh (jangan tersinggung ya) atau saya yang salah menjabarkan dan mungkin juga saya sendiri-lah yang bodoh sebenarnya (hahahahaha)
Masyarakat memiliki standar tersendiri yang mereka gunakan sebagai alasan mengatakan dan mendiskreditkan seseorang sebagai orang yang bodoh dengan pembanding dari sisi keadaan seseorang yang mereka anggap pandai.Lalu dimanakah letak lebodohan itu ? Coba anda telaah setiap kalimat saya dan pahami betul betul apa yang saya argumentasikan diatas.Dan sebagai bahan bagi anda menyimpulkan pembahasan saya mengenai orang orang bodoh maka ada beberapa pertanyaan yang musti anda perhatikan.Pertanyaannya adalah :
1. Apa sih bodoh menurut anda ?
2. Pengerian bodoh menurut pandangan umum terkait keberuntungan dan ketidak beruntungan,benarkah itu ?
3. Benarkah bodoh itu karena tidak sekolah hingga kemiskinan menjadi keadaan hidupnya ?
4. Apakah orang yang dianggap bodoh oleh masyarakat hidupnya penuh masalah ?
Beberapa pertanyaan diatas sebagai bahan pegangan anda untuk menyimpulkan kebenaran atau ketidak benaran argumentasi saya mengenai kebodohan.Pesan saya "Jangan menjadi bodoh hanya karena mempelajari argumentasi yang saya tulis diatas".

Guru Dalam Peran Serta Peningkatan Mutu Sekolah

Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa,kalimat ini selalu tertanam dalam hati tiap manusia terpelajar di Indonesia.Guru merupakan pendidik dan pemberi contoh bagi anak didiknya baik di lingkungan sekolah maupun di luar lingkungan sekolah.Seorang guru menjadi panutan hingga sikap tindak tanduk seorang guru/pendidik harus sesuai dengan profesinya.
Baik dia dimata masyarakat maka baik pula di mata anak didiknya,ini adalah standar paling rendah bagi seorang guru menurut pandangan masyarakat,maksudnya adalah jika perilaku dia di masyarakat baik maka cermin seorang guru tergambar dalam kehidupannya.
Semua masyarakat telah sepakat selalu mengingat baik buruknya seseorang dan itu sebuah kewajaran dalam kehidupan bermasyarakat hingga ada istilah jawa "becik ketitik ala ketara" artinya sebuah kebaikan sering kali mudah dilupakan tapi sedikit keburukan selalu teringat".
Sebagai seorang guru tentunya memiliki kesadaran bahwa dimanapun dirinya berada akan senantiasa menjadi perhatian masyarakat karena profesi guru telah dianggap sangat berjasa dalam keikut sertaan menentukan nasib Bangsa dan Negara kelak.Penulis terkadang merasa prihatin jika membaca berita tentang kasus-kasus yang terjadi seputar profesi guru,ada seorang guru yang melakukan tindak kekerasan terhadap anak didik dan banyak kasus yang merupakan penyimpangan perilaku kurang mendidik yang dilakukan oleh oknum guru.Kenapa saya nyatakan sebagai oknum ? Karena tidak semua guru berperilaku demikian.
Ada juga cara mendidik yang keras,mudah tersinggung,mudah ngomelin siswa tanpa alasan yang kuat dan banyak lagi sikap-sikap seorang oknum guru yang bisa menimbulkan antipati atau juga bisa menimbulkan kekurang responan serta kekurang pedulian anak terhadap pelajaran yang dia ajarkan.
Kadang penulis merasa heran dengan berbagai sikap yang dilakukan oleh seorang oknum guru dalam cara mendidiknya yang menurut penulis kurang sesuai dengan apa yang seharusnya guru lakukan.Ataukah memang kurang profesionalnya dia disebabkan kurang penghayatan terhadap profesinya atau mungkin juga karena memang kurang dididik ilmu psikologis mendidik anak atau karena banyak beban berat dalam kehidupan pribadinya hingga cara mendidiknya kurang benar.
Kekecewaan kekecewaan semacam ini makin marak di masyarakat hingga terbangun sebuah wacana kecurigaan masyarakat bahwa "Guru sekarang kebanyakan mikir gajih dan tunjangan thok nggak mikir bagaimana caranya mendidik anak supaya pandai dan berbudi luhur",wacana semacam ini sudah sering penulis dengar dii masyarakat.
Ada beberapa pemikiran setelah penulis banyak memperhatikan berbagai karakter guru/pendidik dan bertanya basic pendidikan atas (SLTA) maupun pendidikan kemahasiswaan guru yang pernah dijalaninya.Secara nyata apa yang penulis pelajari dapat disimpulkan bahwa : guru yang pernah mengenyam pendidikan khusus ke-guruan di tingkat SLTA (SPG,SGO,SPGA,dan SMKI) terlihat lebih mampu mengatasi muridnya ketimbang guru yang di tingkat SLTA nya tidak pernah mengenyam pendidikan guru semacam yang penulis sebutkan diatas.Ada tanda tanya besar setelah penulis menyimpulkan hal tersebut terkait hilangnya/dihapusnya sekolah sekolah pendidikan guru tersebut.
Satu lagi penulis simpulkan bahwa mereka yang tak pernah mengenyam pendidikan khusus keguruan di tingkat SLTA cenderung labil emosinya jika berhadapan dengan murid yang kurang paham atau murid yang bertingkah.
Pemerintah ikut bertanggung jawab atas apa yang tengah terjadi di masyarakat terutama di lingkungan pendidikan.Pemerintah perlu menyelidiki kenyataan yang terjadi dan tengah berlangsung menimbulkan kemungkinan kerusakan generasi selanjutnya.Mengapa penulis nyatakan demikian ? Karena pendidikan hari ini adalah menentukan karakter bangsa di kemudian hari.
Seyogyanya pemerintah meninjau kembali perlunya membuka kembali sekolah kejuruan pendidikan Guru di tingkat SLTA kalau perlu pendidikan keguruan tingkat SLTA itu terdapat 4 peringkat kelas (4 kelas = kelas 1,2,3 dan 4) agar lulusan sekolah tersebut lebih matang keilmuannya.
Penulis merasa bahwa posisi dan profesi seorang guru adalah sangat penting sebagai penentu arah generasi selanjutnya.Begitu pentingnya profesi tersebut menurut penulis maka orang orang yang pantas mengemban tugas sebagai pendidik bangsa adalah orang yang memiliki profesionalisme yang tinggi.
Konsukwensi seorang guru dalam memberikan contoh baik berupa kedisiplinan dalam melaksanakan aturan,merupakan salah satu penilaian murid terhadap gurunya yang berperan penting menciptakan ketaatan serta rasa hormat murid terhadap gurunya.
Bagaimana murid menghormati gurunya jika gurunya saja tidak disiplin bahkan melakukan pelanggaran.Kadang murid menggerutu jika dituntut disiplin sedangkan murid pernah menemukan ketidak disiplinan guru.Murid diminta taat tapi gurunya nglantur ini salah satu perilaku kurang profesionalnya seorang oknum guru.
Apa yang saya tulis adalah sebuah harapan semoga pendidikan nasional berjalan dengan sukses dan berhasil menciptakan karakter bangsa yang produktif profesionalis memiliki budi pekerti yang luhur dan mampu menciptakan masyarakat adil makmur berdasarkan Pancasila dan cita-cita Pembukaan UUD 45.
"Sukseskan pendidikan nasional !"





Membangun Minat Baca Anak

Minat baca anak sesungguhnya tidak ada patokan umur,semua tergantung lingkungan dan metode orang tua membangun dan merangsang ketertarikan anak terhadap keingin tahuannya.Dikala anak sudah mulai bertanya ini apa ? Itu apa ? Saat itulah keingin tahuan mulai terbangun dan kesempatan kita sebagai orang tua mengenalkan segala sesuatu dengan benar.
Lingkungan dimana anak menyerap segala bentuk keadaan dan situasi menjadi faktor penting penunjang munculnya arah keingin tahuannya.Kebiasaan orang tua sangat berpengaruh terhadap karakter anak nantinya,sebab anak seusia itu sedang tajam menyerap pengaruh sekitar kehidupannya.Berdasarkan pengalaman sendiri saat memiliki anak kecil berusia 2 tahun ,disaat baca majalah atau koran si anak berusaha merebut atau meminta apa saja yang tengah penulis baca.Suatu hal yang mungkin saja dinilai sebagai gangguan saat itu,namun hal tersebut penulis pahami sebagai suatu perkembangan anak yang butuh respon positif orang tua.Sebagai orang tua keadaan semacam ini harus disikapi dengan bijak bukan malah merasa terganggu kemudian menyingkirkan anak supaya kegiatan baca kita tidak terganggu,namun memberikan penjelasan terhadap apa saja yang dia perhatikan dan dia tanyakan.
Pada saat anak sudah mulai memiliki rasa keingin tahuan semacam ini mulai adanya penataan hal-hal apa saja yang layak terkonsumsi anak seusia tersebut,salah satu contoh kita belikan buku yang memuat gambar gambar binatang,biarkan anak melihat memperhatikan apa saja gambar binatang dalam buku tersebut tanpa menjelaskan nama nama binatang pada gambar tersebut.Biarkan anak memperhatikan membuka lembar demi lembar,tunggu sampai anak bertanya ini apa itu apa barulah kita kasih tahu apa yang dia tanyakan.Mengapa kita harus menunggu respon dari si anak karena memori dan daya tangkapnya masih dalam penjelajahan/pengenalan dan kita tidak boleh memaksakan supaya anak tahu.
Setelah banyak memperhatikan gambar pengalaman yang penulis alami si anak akan bertanya ini apa ? jika mulai bertanya demikian si anak butuh jawaban dan biasanya akan diulang ulang tentang apa saja yang dia tanyakan berkali-kali.Saat peningkatan keadaan semacam ini butuh kesabaran orang tua untuk selalu menjawab setiap apa yang dia tanyakan selama itu layak diketahui anak seusia dia.Pada tahap peningkatan selanjutnya ingatan anak mulai muncul dan dapat mengenal perbedaan atau mengingat nama nama hewan pada buku gambar tersebut.
Suatu kali pernah penulis belikan kartu abjad/kartu yang bergambar huruf abjad A-Z biarkan anak mainan dan mengacak acak benda tersebut se kemauan dia,kadang ada yang disobek dilipat bahkan ada yang dibuang.Pertama yang penulis ajarkan adalah bagaimana merapikan dan menyimpannya dan itu berhasil diterima si anak hingga dapat mengumpulkan kembali setelah diacak-acak kemudian menyimpanya di tempat si anak inginkan.Hingga pada suatu ketika muncul perkembangan baru yaitu keingin tahuan tentang nama abjad dalam tiap kartunya,perkembangan semacam ini  menjadi kesempatan mengenalkan satu persatu abjad yang dia tanyakan.Alhamdulillah dalam waktu sekitar 5 hari dari pertama kali dia bertanya tentang abjad pada kartu tersebut anak saya telah hafal satu persatu nama abjad dalam kartu tersebut.Setelah anak saya hafal semua,tahapan pengenalan selanjutnya adalah dengan membelikan poster abjad dan beberapa poster binatang yang tertulis nama-nama pada tiap binatang tersebut.saat itu poster saya pasang tanpa sepengetahuan anak setinggi jangkauan anak sekitar 20 cm diatas lantai pada tembok sudut ruangan.Saat melihat poster abjad tersebut,anak saya begitu tertarik sambil menunjuk satu persatu abjad dengan menyebutkan dengan tepat tiap hurufnya.Saya sendiri belum merasa begitu perlu meningkatkan kemampuan dia,dalam artian saya biarkan si anak adik dengan kadar pengetahuannya itu.Setelah tiga hari dari pemasangan poster abjad barulah poster binatang dengan nama dipasang di samping poster abjad,dan sianak dengan sangat luarbiasa mengenali tiap tiap hewan yang ada dalam poster serta menyebut satu persatu nama binatang dalam poster binatang tersebut,juga memperhatikan abjad huruf dibawah gambar hewan,ada k-a-m-b-i-n-g dia sebut tiap huruf terpenggal penggal dan akhirnya dia memahami bahwa k a m b i n g adalah kambing disetarakan dengan tampilan gambar hewan diatas tulisan tersebut.Dan secara otomatis kemampuan membaca anak saya telah berhasil merangkai tiap hurufnya,Alhamdulillah saat itu juga adalah awal dari kemampuan baca anak saya yang saya masih ingat tanggalnya adalah 15 Desember 2000.Usia saat itu baru 2 setengah tahun dan diusia 3 tahun anak saya sudah mampu membaca dan menulis dan ini sangat luar biasa menurut saya dan mungkin juga sebuah keluar biasaan kemampuan anak dibanding umumnya anak seusia anak saya.Metode yang saya terapkan seperti diatas merupakan metode pengajaran dengan mengikuti perkembangan dan kemampuan daya tangkap anak,mungkin juga ada metode lain yang berbeda bagi tiap tiap anak,namun intinya adalah jangan sekali-kali memaksakan supaya anak menghafal tanpa memperhatikan batas kemampuan daya tangkap anak itu sendiri.Dan yang terpenting juga adalah bangun minat baca anak dari diri orang tuanya/dari kebiasaan orang tuanya serta dengan kesabaran dan jauhi pemaksaan pengetahuan terhadap anak,biarkan anak berkembang dengan keingin tahuannya karena memori dan daya tangkap anak se-usia itu masih sangat terbatas.Jika orang tuanya tak punya minat baca mana mungkin anak kita punya minat baca,dari diri orang tualah contoh yang akan di tiru si anak.Demikian sedikit penjelasan pengalaman dan cerita tentang minat baca serta proses kemampuan baca anak saya semoga bermanfaat bagi anda.Terimakasih.



Thursday, 19 December 2013

Permainan tradisional anak-anak

Seiring perkembangan zaman dan kemajuan tehnologi kebiasaan hidup manusiapun berubah,suatu kewajaran jika perubahan pola kehidupan manusia dengan pola berfikirnya terpengaruh barang hasil product tehnologi.Disaat semua kegiatan hidup dipermudah dengan mesin dan elektronik,manusia terlihat semakin bodoh karena ketergantungan.Mengapa saya sebut semakin bodoh ? Karena ketergantungan terhadap sebuah mesin dan alat modern membuat manusia menutup kreatifitasnya.Semakin tergantung seseorang terhadap kemudahan yg dihasilkan dari tehnologi modern semakin tinggi faktor depresi dan keputus asaan,bahkan semakin buntu pemikiran kreatifitasnya terhadap sesuatu.Sering penulis menemukan sebuah fakta dari argumen penulis tadi,salah satunya adalah menemukan seorang pendidik di sebuah sekolah yang cenderung copy paste dari artikel sebuah blog/site di internet.Salah satu contoh semacam ini adalah wujud hilangnya kreatifitas berpikir dari seorang karena kemudahan menemukan data di internet.Coba jika modemnya lemoot dan browsing dia dalam mencari data tertunda/terganggu,dia akan uring uringan bahkan marah yang tak kuat alasan.Jikalau dia memiliki kreatifitas yang tinggi dan kemauan saerta ketidak ketergantungan tentulah dapat menulis/mengetik artikel sendiri tanpa harus copy paste data yang dia butuhkan sebagai laporan.
Kebiasaan dari sebuah ketergantungan mengkonsumsi kemudahan yang dihasilkan tehnologi berpeluang kebodohan dan kerusakan mental.Bahaya semacam ini sangat menakutkan jika terjadi pada generasi muda dan anak anak sekarang.Alangkah menakutkan kerusakan generasi mendatang yang tergantung kemudahan hasil product modern tanpa penguasaan diri dan kreatifitas.Perangkat Tehnologi digunakan sebagai sarana mempermudah segala aktifitas namun perangkat tehnologi juga berpeluang mempersulit dan mematikan sebuah kreatifitas.
Dari semua gambaran diatas sudah sangat penting artinya terobosan pendidikan tingkat sekolah menerapkan pengetahuan tentang permainan tradisional,mendidik anak dengan kegiatan membuat atau mengaplikasikan karya tangan beragam jenis permainan sederhana.Sudah sangat jarang diantara anak anak sekarang bermain tembakan peluru kertas,kebanyakan diantara anak jaman sekarang cenderung lebih asyik bermain ps atau game online.Prihatin melihat keadaan yang tengah berlangsung,penulis menuangkan sedikit gambarannya di posting blogspot kali ini.
Banyak permainan tradisional yang mendidik semasa penulis masih kecil.Ada lompat tinggi,tembakan bambu dengan peluru kertas,jibolan,gobak sodor,tik tak bambu dsb.Inti dari semua permainan tradisional adalah mendidik anak berkreasi dan mampu menyelesaikan persoalan dengan cepat.Semoga apa yang saya tulis dan bagikan di sini bisa bermanfaat bagi anda terimakasih atas kunjungan anda di blogspot saya ini.

Patikraja Jum'at 20 Desember 2013

Hari jum'at tanggal 20 Desember 2013 pagi hari sudah turun hujan,suasana terlihat basah disana sini membatasi segala aktifitas.Hujan ini adalah sebuah barokah bagi alam dan segala mahluk hidup.Hawa dingin pagi ini menjadi godaan untuk bersembunyi di bawah selimut.Di luar sana segala aktifitas di luar ruangan terganggu dengan cuaca seperti ini,pedagang pasar  yang menjajakan dagangannya di depan,di lokasi parkiran terpaksa basah basahan hanya berlindung payung,para pekerja bangunanpun terpaksa libur tak berangkat kerja jika cuaca seperti ini.Bukan hal yang luar biasa jika cuaca semacam ini berlangsung hingga dua atau tiga hari,karena di tiap tahunnya pasti ada saja jatah waktu untuk mengalami hal semacam ini.Berkaitan dengan Perubahan musim dari kemarau memasuki musim hujan,banyak sekali perubahan situasi maupun keadaan yang harus dialami.
Jika terjadi perubahan musim maka kondisi tubuh manusia-pun mengalami perubahan suasana biologis,masa pancaroba menjadi masa penyesuaian.Kondisi dan stamina tubuh perlu diperhatikan dan dijaga vitalitasnya,banyak bakteri berkembang saat musim hujan.Banyak pula binatang serangga berkembang biak saat musim peralihan/masa pancaroba.Nyamuk,lalat,kumbang dsb berkembang biak saat musim hujan tiba.
Diluar pembahasan mengenai hal tersebut,penulis saat pagi ini terjebak hujan di apotik Patikraja,berteduh menunggu hujan reda.iseng punya iseng jeprat jepret kamera ,terekamlah beberapa buah photo,dan dibawah ini adalah salah satu dari beberapa jepretan kamera hp penulis.


Hujan Deras tanggal 19 Desember 2013 di Patikraja

Hari ini kamis 19 Desember 2013 Desa Patikraja diguyur hujan sangat Deras,penulis yang waktu itu sedang berteduh di sebuah toko menyaksikan hujan begitu deras mengguyur Patikraja hingga jalan raya tergenang air.Kendaraan bermotor mengurangi kecepatan hingga 10 KM perjam.Semua terlihat berjalan pelan dengan hati-hati.
Hujan ini tidak seperti hujan hari hari kemarin,lebih deras dan lebih lama.Hampir se-jam penulis berada di toko tersebut menunggu hujan reda.
Ada keasyikan tersendiri memperhatikan guyuran hujan,namun terbayang juga betapa nyamannya bila saat itu sedang memeluk guling diatas kasur,sergapan rasa ngantukpun sempat menggoda mata namun keasikan melihat guyuran hujan mengalahkan rasa kantuk.Hilir mudik kendaraan dengan kecepatan rendah menambah pandangan mata.Akhirnya timbul keniatan penulis untuk mengabadikan suasaana saat itu,dan di bawah ini beberapa tangkapan kamera penulis di lokasi saat hujan mengguyur Patikraja.


Wednesday, 18 December 2013

Masjid Al-Jihad Patikraja

Masjid al-Jihad Patikraja adalah salah satu tempat beribadah umat islam Patikraja,masjid ini terletak di Patikraja bagian Timur yaitu di wilayah RW 10.Sarana beribadah ini memberikan pengaruh peningkatan kaimanan masyarakat sekitar masjid.
Jika anda ingin mengetahui lokasi masjid,maka mudah menemukannya karena berada di pinggir jalan Desa Patikraja.Jalur jalan yang anda gunakan adalah jalan lapangan ke timur mentok kemudian berbelok ke kanan sekitar 30 meter dari tikungan tersebut.
Masjid ini menurut bentuk bangunan atapnya mirip dengan masjid Agung Demak,bentuknya mirip dengan bangunan wihara jaman dahulu.Nuansa tradisional tergambar dalam tampilan atap masjid.
Untuk jaman sekarang ini sudah sangat jarang arsitektur semacam ini diterapkan pada tempat ibadah,kebanyakan masjid telah bernuansa arab saudi berupa kubah-kubah.Sebuah keunikan tersendiri sebuah masjid menerapkan bentuk atap semacam ini,kesan teduh langsung terasa dari pengaruh bentuk bangunan.
Pelaksanaan syiar di masjid ini termasuk bagus dengan rutinitas kegiatan keagamaan yang dilaksanakan di masjid Al-Jihad ini,termasuk juga Tempat pendidikan baca Al-qur'an yang ada telah membantu anak-anak belajar baca tulis Al-qur'an.
Penulis sempatkan mengabadikan gambar masjid Al-jihad Patikraja,di bawah ini tampilan masjid Al-Jihad Patikraja.


Pembangunan Jalan paving lapangan Patikraja

Hari kamis 19 Desember 2013 penulis sempatkan ke lokasi lapangan Desa Patikraja,di lapangan ini yang merupakan salah satu ruang publik Desa Patikraja dan merupakan sarana untuk kepentingan umum tengah dibangun jalan lingkar lapangan yang rencananya akan menggunakan paving blok.
Lapangan Patikraja adalah lapangan milik Desa dan dikelola untuk kegiatan-kegiatan umum masyarakat Patikraja pada khususnya dan masyarakat umum sekitar Desa Patikraja,tempat ini bisa digunakan sebagai tempat  kegiatan olahraga,upacara bendera,pertunjukan,ataupun rapat umum kegiatan politik misalnya.Lapangan Desa Patikraja digunakaan untuk semua lapisan masyarakat,jadi tidak benar jika ada seseorang atau sekelompok orang memonopoli penggunaan lapangan Patikra.
Di lokasi sekitar lapangan Patikraja saat ini sedang dilaksanakan pembangunan jalan lingkar lapangan Patikraja untuk memenuhi kebutuhan kenyamanan masyarakat Desa Patikraja saat berkepentingan dengan lingkungan pendidikan maupun kepentingan menuju sawah dan Puskesmas pembantu Patikraja.
Jalan lingkar lapangan ini menurut rencana akan menggunakan paving blok agar lebih ramah lingkungan sebab dengan paving blok diharapkan masih adanya proses peresapan air ke tanah dan menghindari genangan air jika dibangun dengan aspal.Lokasi lapangan Patikraja bisa menjadi ruang hijau wilayah Desa Patikraja.
Menjadi tempat publik masyarakat yang lebih maksimal nyaman dan asri.Sebagai tempat bermain saat sore atau pagi hari jika masa libur,bisa juga menjadu tempat bersantai selayaknya alun-alun Purwokerto jika malam minggu.Lokasi lapangan Patikraja jika dikelola secara profesional akan menjadi aset menguntungkan untuk menambah income Desa.
Tata ruang dan pencahayaan di malam hari menunjang perkembangan lapangan Patikraja kearah lebih baik dan profesional.
Semoga segala proses pembangunan di Desa Patikraja berjalan lancar sesuai harapan masyarakat hingga kemajuan perkembangan semakin meningkat dan bermanfaat bagi masyarakat Patikraja dan generasi Patikraja selanjutnya.






Result search : Patikraja, Desa Patikraja, Kecamatan Patikraja, kabupaten Banyumas, Pasar Patikraja

Jembatan Kali Terus Patikraja

Batas wilayah administrasi pemerintahan Desa Patikraja sebelah timur berbatas dengan Desa Pegalongan terletak di sebelah barat jembatan kali terus.Kali terus sendiri adalah sebuah sungai kecil terbentuk dari saluran pembuangan air sawah,di sebelah hulunya dan bermuara di sungai serayu Patikraja.Diberi nama terus karena hanya sebuah terusan/lanjutan air hasil pola atau sistem irigasi sawah.Namun liku bantaran sungai ini tidak dijadikan patokan batas kedua Desa.
Sebagai penyambung jalur jalan raya yang melintas sungai tersebut dibangun jembatan.Jembatan yang melintang sungai ini dinamai jembatan Kali terus,jembatan kali terus sekarang adalah jembatan baru,dalam artian pernah dibangun jembatan sebelumnya.Jembatan lama sekitar tahun 1989 mengalami kerusakan parah hingga dibangunlah jembatan baru yang lebih lebar ukurannya dibanding jembatan lama.Masih ingat dalam kenangan penulis saat masih kecil dilokasi jembatan lama adalah lokasi yang sepi dan terkesan angker.Lokasi sekitar jembatan kali terus ini terdapat lokasi pemakaman umun sedangkan jalan menuju jembatan merupakan turunan jalan cukup tajam atau bila berbalik arah tanjakan lokasi ini saat itu cukup terjal hingga pengguna sepeda umumnya harus turun dan menuntun sepeda hingga melewati tanjakan tersebut.Lebar jembatan saat itu hanya cukup digunakan satu arah,sebab sempit dan tidak bisa dilalui oleh dua kendaraan jika salah satunya adalah kendaraan ber-roda empat.Alas jembatan saat itu dibuat dari balok kayu dilapisi lapisan aspal,ada beberapa lobang berbahaya di tengah jembatan.Saat penulis kecil sering berdiri ditengah jembatan sebelah sisi untuk merasakan goyangan jembatan jika kendaraan roda empat melewati jembatan tersebut,ada ke-asyikan tersendiri saat terjadi goyangan jembatan.Maklum masih kecil hingga tidak terpikirkan bahayanya.
Sejak dibangun jembatan baru disamping jembatan lama lokasi ini berubah tampilannya,dalam artian tanjakan jalan raya hampir tak terasa dan di sekitar lokasi ini sudah banyak rumah warga hingga kesan angker sudah tak terasa lagi.Kondisi jalan yang bagus dan lebar telah memudahkan pengguna jalan melintasi jembatan ini.Dibawah ini beberapa photo sekitar jembatan Kali Terus.








ResultsSearchPatikraja, Desa Patikraja,legenda Patikraja, sejarah Desa Patikraja,Patikraja Banyumas, Desa Patikraja,sidabowa, Desa Patikraja,Desa Pegalongan,Desa Sidabowa,Desa Sokawera,Desa Kesungrandu,Desa Sokawera Kidul,Desa Wlahar Kulon,Kecamatan Ajibarang, Desa Ajibarang Kulon, Desa Ajibarang Wetan, Desa Banjarsari, Desa Ciberung, Desa Darmakradenan, Desa Jingkang, Desa Kalibenda, Desa Karangbawang, Desa Kracak, Desa Lesmana, Desa Pancasan, Desa Pancurendang, Desa Pandansari, Desa Sawangan, Desa Tipar, Kecamatan Banyumas, Desa Binangun, Desa Danaraja, Desa Dawuhan, Desa Kalisube, Desa Karangrau, Desa Kedunggede, Desa Kedunguter, Desa Kejawar, Desa Papringan, Desa Pasinggangan, Desa Pekunden, Desa Sudagaran, Kecamatan Baturaden, Desa Purwosari, Desa Karangmangu, Desa Karangsalam Lor, Desa Karangtengah, Desa Kebumen, Desa Kemutug Kidul, Desa Kemutug Lor, Desa Ketenger, Desa Kutasari, Desa Pamijen, Desa Pandak, Desa Rempoah, Kecamatan Cilongok, Desa Batuanten, Desa Cikidang, Desa Cilongok, Desa Cipete, Desa Gununglurah, Desa Jatisaba, Desa Kalisari, Desa Karanglo, Desa Karangtengah, Desa Kasegeran, Desa Langgongsari, Desa Pageraji, Desa Panembangan, Desa Panusupan, Desa Pejogol, Desa Pernasidi, Desa Rancamaya, Desa Sambirata, Desa Sokawera, Desa Sudimara, Kecamatan Gumelar, Desa Cihonje, Desa Cilangkap, Desa Gancang, Desa Gumelar, Desa Karangkemojing, Desa Kedungurang, Desa Paningkaban, Desa Samudra, Desa Samudra Kulon, Desa Tlaga, Kecamatan Jatilawang, Desa Adisara, Desa Bantar, Desa Gentawangi, Desa Gunung Wetan, Desa Karanganyar, Desa Karanglewas, Desa Kedungwringin, Desa Margasana, Desa Pekuncen, Desa Tinggarjaya, Desa Tunjung, Kecamatan Kalibagor, Desa Kalibagor, Desa Kalicupak Kidul, Desa Kalicupak Lor, Desa Kaliori, Desa Kalisogra Wetan, Desa Karangdadap, Desa Pajerukan, Desa Pekaja, Desa Petir, Desa Srowot, Desa Suro, Desa Wlahar Wetan, Kecamatan Karanglewas, Desa Babakan, Desa Jipang, Desa Karanggude Kulon, Desa Karangkemiri, Desa Karanglewas Kidul, Desa Kediri, Desa Pangebatan, Desa Pasir Kulon, Desa Pasir Lor, Desa Pasir Wetan, Desa Singasari, Desa Sunyalangu, Desa Tamansari, Kecamatan Kebasen, Desa Adisana, Desa Bangsa, Desa Cindaga, Desa Gambarsari, Desa Kalisalak, Desa Kaliwedi, Desa Karangsari, Desa Kebasen, Desa Mandirancan, Desa Randegan, Desa Sawangan, Desa Tumiyang, Kecamatan Kedung Banteng, Desa Baseh, Desa Beji, Desa Dawuhan Kulon, Desa Dawuhan Wetan, Desa Kalikesur, Desa Kalisala, Desa Karangnangka, Desa Karangsalam Kidul, Desa Kebocoran, Desa Kedungbanteng, Desa Keniten, Desa Kutaliman, Desa Melung, Desa Windujaya, Kecamatan Kembaran, Desa Bantarwuni, Desa Bojongsari, Desa Dukuhwaluh, Desa Karangsari, Desa Karangsoka, Desa Karangtengah, Desa Kembaran, Desa Kramat, Desa Ledug, Desa Linggasari, Desa Pliken, Desa Purbadana, Desa Purwodadi, Desa Sambeng Kulon, Desa Sambeng Wetan, Desa Tambaksari Kidul, Kecamatan Kemranjen, Desa Alasmalang, Desa Grujugan, Desa Karanggintung, Desa Karangjati, Desa Karangsalam, Desa Kebarongan, Desa Kecila, Desa Kedungpring, Desa Nusamangir, Desa Pageralang, Desa Petarangan, Desa Sibalung, Desa Sibrama, Desa Sidamulya, Desa Sirau, Kecamatan Lumbir, Desa Besuki, Desa Canduk, Desa Cidora, Desa Cingebul, Desa Cirahab, Desa Dermaji, Desa Karanggayam, Desa Kedunggede, Desa Lumbir, Desa Parungkamal, Kecamatan Patikraja, Desa Karanganyar, Desa Karangendep, Desa Kedungrandu, Desa Kedungwringin, Desa Kedungwuluh Kidul, Desa Kedungwuluh Lor, Desa Notog, Desa Patikraja, Desa Pegalongan, Desa Sawangan Wetan, Desa Sidabowa, Desa Sokawera Kidul, Desa Wlahar Kulon, Kecamatan Pekuncen, Desa Banjaranyar, Desa Candinegara, Desa Cibangkong, Desa Cikawung, Desa Cikembulan, Desa Glempang, Desa Karangkemiri, Desa Karangklesem, Desa Krajan, Desa Kranggan, Desa Pasiraman Kidul, Desa Pasiraman Lor, Desa Pekuncen, Desa Petahunan, Desa Semedo, Desa Tumiyang, Kecamatan Purwojati, Desa Gerduren, Desa Kaliputih, Desa Kalitapen, Desa Kaliurip, Desa Kaliwangi, Desa Karangmangu, Desa Karangtalun Kidul, Desa Karangtalun Lor, Desa Klapasawit, Desa Purwojati, Kecamatan Purwokerto Barat, Desa Kedungwuluh, Desa Kober, Desa Bantarsoka, Desa Rejasari, Desa Pasir Kidul, Desa Karanglewas Lor, Desa Pasirmuncang, Kecamatan Purwokerto Selatan, Desa Purwokerto Kulon, Desa Karang Pucung, Desa Karang Klesem, Desa Tanjung, Desa Teluk, Desa Berkoh, Desa Purwokerto Kidul, Kecamatan Purwokerto Timur, Desa Purwokerto Wetan, Desa Mersi, Desa Arcawinangun, Desa Purwokerto Lor, Desa Sokanegara, Desa Kranji, Kecamatan Purwokerto Utara, Desa Bancarkembar, Desa Grendeng, Desa Karangwangkal, Desa Pabuaran, Desa Sumampir, Desa Bobosan, Desa Purwanegara, Kecamatan Rawalo, Desa Banjarparakan, Desa Losari, Desa Menganti, Desa Pesawahan, Desa Rawalo, Desa Sanggreman, Desa Sidamulih, Desa Tambaknegara, Desa Tipar, Kecamatan Sokaraja, Desa Banjaranyar, Desa Banjarsari Kidul, Desa Jompo Kulon, Desa Kalikidang, Desa Karangduren, Desa Karangkedawung, Desa Karangnanas, Desa Karangrau, Desa Kedondong, Desa Klahang, Desa Lemberang, Desa Pamijen, Desa Sokaraja Kidul, Desa Sokaraja Kulon, Desa Sokaraja Lor, Desa Sokaraja Tengah, Desa Sokaraja Wetan, Desa Wiradadi, Kecamatan Somagede, Desa Kanding, Desa Kemawi, Desa Klinting, Desa Piasa Kulon, Desa Plana, Desa Sokawera, Desa Somagede, Desa Somakaton, Desa Tanggeran, Kecamatan Sumbang, Desa Banjarsari Kulon, Desa Banjarsari Wetan, Desa Banteran, Desa Ciberem, Desa Datar, Desa Gandatapa, Desa Karangcegak, Desa Karanggintung, Desa Karangturi, Desa Kawungcarang, Desa Kebanggan, Desa Kedung Malang, Desa Kotayasa, Desa Limpakuwus, Desa Sikapat, Desa Silado, Desa Sumbang, Desa Susukan, Desa Tambaksogra, Kecamatan Sumpiuh, Desa Banjarpanepen, Desa Bogangin, Desa Karanggedang, Desa Kebokura, Desa Kemiri, Desa Ketanda, Desa Kradenan, Desa Kuntili, Desa Lebeng, Desa Nusadadi, Desa Pandak, Desa Selandaka, Desa Selanegara, Desa Sumpiuh, Kecamatan Tambak, Desa Buniayu, Desa Gebangsari, Desa Gumelar Kidul, Desa Gumelar Lor, Desa Kamulyan, Desa Karangpetir, Desa Karangpucung, Desa Pesantren, Desa Plangkapan, Desa Prembun, Desa Purwodadi, Desa Watuagung, Kecamatan Wangon, Desa Banteran, Desa Cikakak, Desa Jambu, Desa Jurangbahas, Desa Klapagading, Desa Klapagading Kulon, Desa Pangadegan, Desa Randegan, Desa Rawaheng, Desa Wangon, Desa Windunegara, Desa Wlahar, Patikraja, Desa Patikraja, Kecamatan Patikraja, Patikraja Guyub, Pasar Patikraja, Balai Desa Patikraja, Lapangan Patikraja, Jembatan logawa, Jembatan Serayu, info Patikraja, MTs Muhammadiyah Patikraja, Masjid Baitul Muslimin Patikraja, Sungai Logawa, Sungai Serayu, Jembatan Kali Terus, SMP Negeri 1 Patikraja, SMP Negeri 2 Patikraja, SD Negeri 1 Patikraja, SD Negeti 2 Patikraja, Madrasah Iptidaiyah Patikraja, Madrasah Iptidaiyah Maarif Patikraja, SMA Negeri Patikraja, UPK Patikraja, KUA Patikraja, PPAI Patikraja, TK Pertiwi Patikraja, TK Diponegoro Patikraja, Organisasi Muhammadiyah Patikraja, Organisasi Nahdlatul Ulama Patikraja, Ranting Muhammadiyah Patikraja, Ranting Nahdlatul Ulama Patikraja, IPPNU Patikraja, IRM Patikraja, Apotik Patikraja, BRI Patikraja, Mandiri Patikraja, Mini Market Patikraja, Puskesmas Patikraja, Kantor Kecamatan Patikraja, Gedung Da’wah Muhammadiyah Patikraja, KUD Patikraja, Ahass Patikraja, TK aisiyah Patikraja, Remaja Masjid Patikraja, Bengkel Patikraja, Dana mentari Patikraja, PGRI Patikraja, Polsek Patikraja, Dan Ramil Patikraja, Babinsa Patikraja, Warnet Lapangan Patikraja, Gilingan Padi Patikraja, Kecelakaan lalu-lintas di Patikraja, Penghulu Patikraja, Blogspot Patikraja, keyword Pattikraja, Pencarian Kata Kunci Patikraja, Patikraja Mendowan Maniaks, Sawah Patikraja, Guru SMP Patikraja, Guru SD Patikraja, Guru TK Patikraja, TPQ Patikraja, Mushola di Patikraja, Gedung Patikraja, Bank Jateng Patikraja, BKK Patikraja, Danamon Patikraja, Warnet Legion Patikraja, Warnet Zaky Patikraja, Zakynet Patikraja, Legionnet Patikraja, Hokerynet Patikraja, Warnet Hokery Patikraja, Masjid Sirojul Patikraja, Mushola Almaulana Patikraja, SSB Patikraja, facebook Patikraja, Jalan Balai Desa Patikraja, Counter Hp Patikraja, Logawa Celluler Patikraja, Zullfa Celluler Patikraja, G Celluler Patikraja, Foto Copy Patikraja, Kuburan Patikraja, Bantaran Sungai Patikraja, Warung Sate Dua Saudara Patikraja, Toko Roti Patikraja, Bank Surya Yudha Patikraja, Paving Block Patikraja, Toko Bahan Bangunan Patikraja, Toko Viola Patikraja, Toko Kacek Patikraja, Toko Gimin Patikraja, Perangkat Desa Patikraja, Pemdes Patikraja, Desa Pegalongan, Desa Mandirancan, Mendowan Mendol, Budz Burger, Ngepas Patikraja,









Patikraja News

Patikraja News dengan alamat url http://download-aplikasigratis.blogspot.com adalah sebuah blogspot yang dibuat Oleh saya sekitar 3 tahun yang lalu,kini telah mencapai pengunjung 320 ribua-an pengunjung pengguna internet dari berbagai negara.Blogspot ini dibuat sebagai suar Patikraja ke dunia luar.Awal hadirnya blogspot Patikraja di internet menuai berbagai kritik dan teguran.Entah dari teman dekat maupun dari kawan atau orang sekependudukan Patikraja.
Ada yang menegur dengan alasan "Terlalu mengeksplorasi Desa ke dunia maya adalah kurang baik" hingga orang tersebut menegur saya dengan bahasa yang kurang mendukung langkah saya membuat blog Patikraja News.
Menurut pandangan saya sebagai penulis membuat blogspot Patikraja News adalah sebuah langkah baik guna kebutuhan generasi Patikraja khusunya maupun khalayak pada umumnya.
Dalam Patikraja News, baik berita peristiwa maupun gambar keadaan saat di upload nantinya menjadi bahan bacaan bagi anak cucu kita.Memang keterbatasan waktu dan kemampuan jurnalistik saya menjadi kendala dalam me-maksimalkan konten bacaan atau konten berita di blogspot tersebut.Keniatan membuat blogspot Patikraja News hanya keikhlasan demi generasi selanjutnya.Tak ada keniatan bisnis ataupun tujuan lain tentang Blog Patikraja News,jadi jika halangan maupun kurang dukungan dari seseorang terhadap saya rasanya kurang pas dengan harapan dan tujuan saya.
Posting kali ini di swp wongasli patikraja tentang Patikraja News adalah ingin sekali menjelaskan kepada semua saja alasan membuat Patikraja News,bukan sebagai gerutu tanpa alasan tapi karena selama ini masih saja ada yang mencibir tentang kegiatan saya di Patikraja News.
Perlu diingat bahwa Patikraja News dibuat untuk memberikan kemanfaatan baik bagi masyarakat Patikraja pada khususnya maupun masyarakat pengguna internet dimanapun berada.Diantara respon sumbang menilai langkah saya itu banyak juga dukungan terhadap saya terutama mereka yang memahami kemanfaatan Patikraja News dan mereka para masyarakat Patikraja yg berada di perantauan.Namun sayang keterbatasan saya dalam membuat posting menjadi ke kurang puasan mereka.Sangat diharapkan Patikraja News selalu update menyuarakan Patikraja di tiap waktu,namun sekali lagi keterbatasan kemampuan dan waktu menjadi kendala bagi Patikraja News untuk dapat dinikmati sesuai harapan.
Sudah hampir 3 bulan Patikraja News tidak aktif update hingga banyak sms atau pesan whatsApp masuk menanyakan hal tersebut.Pernah suatu kali ada teman dunia maya yang menawar blogspot tersebut untuk dibeli dengan harga tertentu,namun mengingat tujuan dan kemanfaatan yg diharapkan permintaan tersebut ditolak.
Cukup menggiurkan juga sebenarnya jika melihat nominal rupiah yg disampaikan.Alhamdulillah dengan niyat bismillahirohmannirrohiim blogspot Patikraja News tetap akan saya kelola,semoga apa yang saya buat dan saya kelola ini bermanfaat baik.
Demikian sedikit ulasan saya mengenai Patikraja News,terimakasih atas perhatian dan kesudian anda berkunjung di blogspot saya ini.







ResultsSearchPatikraja, Desa Patikraja,legenda Patikraja, sejarah Desa Patikraja,Patikraja Banyumas, Desa Patikraja,sidabowa, Desa Patikraja,Desa Pegalongan,Desa Sidabowa,Desa Sokawera,Desa Kesungrandu,Desa Sokawera Kidul,Desa Wlahar Kulon,Kecamatan Ajibarang, Desa Ajibarang Kulon, Desa Ajibarang Wetan, Desa Banjarsari, Desa Ciberung, Desa Darmakradenan, Desa Jingkang, Desa Kalibenda, Desa Karangbawang, Desa Kracak, Desa Lesmana, Desa Pancasan, Desa Pancurendang, Desa Pandansari, Desa Sawangan, Desa Tipar, Kecamatan Banyumas, Desa Binangun, Desa Danaraja, Desa Dawuhan, Desa Kalisube, Desa Karangrau, Desa Kedunggede, Desa Kedunguter, Desa Kejawar, Desa Papringan, Desa Pasinggangan, Desa Pekunden, Desa Sudagaran, Kecamatan Baturaden, Desa Purwosari, Desa Karangmangu, Desa Karangsalam Lor, Desa Karangtengah, Desa Kebumen, Desa Kemutug Kidul, Desa Kemutug Lor, Desa Ketenger, Desa Kutasari, Desa Pamijen, Desa Pandak, Desa Rempoah, Kecamatan Cilongok, Desa Batuanten, Desa Cikidang, Desa Cilongok, Desa Cipete, Desa Gununglurah, Desa Jatisaba, Desa Kalisari, Desa Karanglo, Desa Karangtengah, Desa Kasegeran, Desa Langgongsari, Desa Pageraji, Desa Panembangan, Desa Panusupan, Desa Pejogol, Desa Pernasidi, Desa Rancamaya, Desa Sambirata, Desa Sokawera, Desa Sudimara, Kecamatan Gumelar, Desa Cihonje, Desa Cilangkap, Desa Gancang, Desa Gumelar, Desa Karangkemojing, Desa Kedungurang, Desa Paningkaban, Desa Samudra, Desa Samudra Kulon, Desa Tlaga, Kecamatan Jatilawang, Desa Adisara, Desa Bantar, Desa Gentawangi, Desa Gunung Wetan, Desa Karanganyar, Desa Karanglewas, Desa Kedungwringin, Desa Margasana, Desa Pekuncen, Desa Tinggarjaya, Desa Tunjung, Kecamatan Kalibagor, Desa Kalibagor, Desa Kalicupak Kidul, Desa Kalicupak Lor, Desa Kaliori, Desa Kalisogra Wetan, Desa Karangdadap, Desa Pajerukan, Desa Pekaja, Desa Petir, Desa Srowot, Desa Suro, Desa Wlahar Wetan, Kecamatan Karanglewas, Desa Babakan, Desa Jipang, Desa Karanggude Kulon, Desa Karangkemiri, Desa Karanglewas Kidul, Desa Kediri, Desa Pangebatan, Desa Pasir Kulon, Desa Pasir Lor, Desa Pasir Wetan, Desa Singasari, Desa Sunyalangu, Desa Tamansari, Kecamatan Kebasen, Desa Adisana, Desa Bangsa, Desa Cindaga, Desa Gambarsari, Desa Kalisalak, Desa Kaliwedi, Desa Karangsari, Desa Kebasen, Desa Mandirancan, Desa Randegan, Desa Sawangan, Desa Tumiyang, Kecamatan Kedung Banteng, Desa Baseh, Desa Beji, Desa Dawuhan Kulon, Desa Dawuhan Wetan, Desa Kalikesur, Desa Kalisala, Desa Karangnangka, Desa Karangsalam Kidul, Desa Kebocoran, Desa Kedungbanteng, Desa Keniten, Desa Kutaliman, Desa Melung, Desa Windujaya, Kecamatan Kembaran, Desa Bantarwuni, Desa Bojongsari, Desa Dukuhwaluh, Desa Karangsari, Desa Karangsoka, Desa Karangtengah, Desa Kembaran, Desa Kramat, Desa Ledug, Desa Linggasari, Desa Pliken, Desa Purbadana, Desa Purwodadi, Desa Sambeng Kulon, Desa Sambeng Wetan, Desa Tambaksari Kidul, Kecamatan Kemranjen, Desa Alasmalang, Desa Grujugan, Desa Karanggintung, Desa Karangjati, Desa Karangsalam, Desa Kebarongan, Desa Kecila, Desa Kedungpring, Desa Nusamangir, Desa Pageralang, Desa Petarangan, Desa Sibalung, Desa Sibrama, Desa Sidamulya, Desa Sirau, Kecamatan Lumbir, Desa Besuki, Desa Canduk, Desa Cidora, Desa Cingebul, Desa Cirahab, Desa Dermaji, Desa Karanggayam, Desa Kedunggede, Desa Lumbir, Desa Parungkamal, Kecamatan Patikraja, Desa Karanganyar, Desa Karangendep, Desa Kedungrandu, Desa Kedungwringin, Desa Kedungwuluh Kidul, Desa Kedungwuluh Lor, Desa Notog, Desa Patikraja, Desa Pegalongan, Desa Sawangan Wetan, Desa Sidabowa, Desa Sokawera Kidul, Desa Wlahar Kulon, Kecamatan Pekuncen, Desa Banjaranyar, Desa Candinegara, Desa Cibangkong, Desa Cikawung, Desa Cikembulan, Desa Glempang, Desa Karangkemiri, Desa Karangklesem, Desa Krajan, Desa Kranggan, Desa Pasiraman Kidul, Desa Pasiraman Lor, Desa Pekuncen, Desa Petahunan, Desa Semedo, Desa Tumiyang, Kecamatan Purwojati, Desa Gerduren, Desa Kaliputih, Desa Kalitapen, Desa Kaliurip, Desa Kaliwangi, Desa Karangmangu, Desa Karangtalun Kidul, Desa Karangtalun Lor, Desa Klapasawit, Desa Purwojati, Kecamatan Purwokerto Barat, Desa Kedungwuluh, Desa Kober, Desa Bantarsoka, Desa Rejasari, Desa Pasir Kidul, Desa Karanglewas Lor, Desa Pasirmuncang, Kecamatan Purwokerto Selatan, Desa Purwokerto Kulon, Desa Karang Pucung, Desa Karang Klesem, Desa Tanjung, Desa Teluk, Desa Berkoh, Desa Purwokerto Kidul, Kecamatan Purwokerto Timur, Desa Purwokerto Wetan, Desa Mersi, Desa Arcawinangun, Desa Purwokerto Lor, Desa Sokanegara, Desa Kranji, Kecamatan Purwokerto Utara, Desa Bancarkembar, Desa Grendeng, Desa Karangwangkal, Desa Pabuaran, Desa Sumampir, Desa Bobosan, Desa Purwanegara, Kecamatan Rawalo, Desa Banjarparakan, Desa Losari, Desa Menganti, Desa Pesawahan, Desa Rawalo, Desa Sanggreman, Desa Sidamulih, Desa Tambaknegara, Desa Tipar, Kecamatan Sokaraja, Desa Banjaranyar, Desa Banjarsari Kidul, Desa Jompo Kulon, Desa Kalikidang, Desa Karangduren, Desa Karangkedawung, Desa Karangnanas, Desa Karangrau, Desa Kedondong, Desa Klahang, Desa Lemberang, Desa Pamijen, Desa Sokaraja Kidul, Desa Sokaraja Kulon, Desa Sokaraja Lor, Desa Sokaraja Tengah, Desa Sokaraja Wetan, Desa Wiradadi, Kecamatan Somagede, Desa Kanding, Desa Kemawi, Desa Klinting, Desa Piasa Kulon, Desa Plana, Desa Sokawera, Desa Somagede, Desa Somakaton, Desa Tanggeran, Kecamatan Sumbang, Desa Banjarsari Kulon, Desa Banjarsari Wetan, Desa Banteran, Desa Ciberem, Desa Datar, Desa Gandatapa, Desa Karangcegak, Desa Karanggintung, Desa Karangturi, Desa Kawungcarang, Desa Kebanggan, Desa Kedung Malang, Desa Kotayasa, Desa Limpakuwus, Desa Sikapat, Desa Silado, Desa Sumbang, Desa Susukan, Desa Tambaksogra, Kecamatan Sumpiuh, Desa Banjarpanepen, Desa Bogangin, Desa Karanggedang, Desa Kebokura, Desa Kemiri, Desa Ketanda, Desa Kradenan, Desa Kuntili, Desa Lebeng, Desa Nusadadi, Desa Pandak, Desa Selandaka, Desa Selanegara, Desa Sumpiuh, Kecamatan Tambak, Desa Buniayu, Desa Gebangsari, Desa Gumelar Kidul, Desa Gumelar Lor, Desa Kamulyan, Desa Karangpetir, Desa Karangpucung, Desa Pesantren, Desa Plangkapan, Desa Prembun, Desa Purwodadi, Desa Watuagung, Kecamatan Wangon, Desa Banteran, Desa Cikakak, Desa Jambu, Desa Jurangbahas, Desa Klapagading, Desa Klapagading Kulon, Desa Pangadegan, Desa Randegan, Desa Rawaheng, Desa Wangon, Desa Windunegara, Desa Wlahar, Patikraja, Desa Patikraja, Kecamatan Patikraja, Patikraja Guyub, Pasar Patikraja, Balai Desa Patikraja, Lapangan Patikraja, Jembatan logawa, Jembatan Serayu, info Patikraja, MTs Muhammadiyah Patikraja, Masjid Baitul Muslimin Patikraja, Sungai Logawa, Sungai Serayu, Jembatan Kali Terus, SMP Negeri 1 Patikraja, SMP Negeri 2 Patikraja, SD Negeri 1 Patikraja, SD Negeti 2 Patikraja, Madrasah Iptidaiyah Patikraja, Madrasah Iptidaiyah Maarif Patikraja, SMA Negeri Patikraja, UPK Patikraja, KUA Patikraja, PPAI Patikraja, TK Pertiwi Patikraja, TK Diponegoro Patikraja, Organisasi Muhammadiyah Patikraja, Organisasi Nahdlatul Ulama Patikraja, Ranting Muhammadiyah Patikraja, Ranting Nahdlatul Ulama Patikraja, IPPNU Patikraja, IRM Patikraja, Apotik Patikraja, BRI Patikraja, Mandiri Patikraja, Mini Market Patikraja, Puskesmas Patikraja, Kantor Kecamatan Patikraja, Gedung Da’wah Muhammadiyah Patikraja, KUD Patikraja, Ahass Patikraja, TK aisiyah Patikraja, Remaja Masjid Patikraja, Bengkel Patikraja, Dana mentari Patikraja, PGRI Patikraja, Polsek Patikraja, Dan Ramil Patikraja, Babinsa Patikraja, Warnet Lapangan Patikraja, Gilingan Padi Patikraja, Kecelakaan lalu-lintas di Patikraja, Penghulu Patikraja, Blogspot Patikraja, keyword Pattikraja, Pencarian Kata Kunci Patikraja, Patikraja Mendowan Maniaks, Sawah Patikraja, Guru SMP Patikraja, Guru SD Patikraja, Guru TK Patikraja, TPQ Patikraja, Mushola di Patikraja, Gedung Patikraja, Bank Jateng Patikraja, BKK Patikraja, Danamon Patikraja, Warnet Legion Patikraja, Warnet Zaky Patikraja, Zakynet Patikraja, Legionnet Patikraja, Hokerynet Patikraja, Warnet Hokery Patikraja, Masjid Sirojul Patikraja, Mushola Almaulana Patikraja, SSB Patikraja, facebook Patikraja, Jalan Balai Desa Patikraja, Counter Hp Patikraja, Logawa Celluler Patikraja, Zullfa Celluler Patikraja, G Celluler Patikraja, Foto Copy Patikraja, Kuburan Patikraja, Bantaran Sungai Patikraja, Warung Sate Dua Saudara Patikraja, Toko Roti Patikraja, Bank Surya Yudha Patikraja, Paving Block Patikraja, Toko Bahan Bangunan Patikraja, Toko Viola Patikraja, Toko Kacek Patikraja, Toko Gimin Patikraja, Perangkat Desa Patikraja, Pemdes Patikraja, Desa Pegalongan, Desa Mandirancan, Mendowan Mendol, Budz Burger, Ngepas Patikraja,









POS TERPOPULER

ASAL-USUL NAMA DESA PATIKRAJA

Asal-usul Nama Patikraja  Berdasarkan legenda sudah dibahas oleh beberapa orang dan sudah diUpdate oleh beberapa situs/blog yang sumb...

Posting Paling Sering Dikunjungi