Saturday, 21 December 2013

Membangun Minat Baca Anak

Minat baca anak sesungguhnya tidak ada patokan umur,semua tergantung lingkungan dan metode orang tua membangun dan merangsang ketertarikan anak terhadap keingin tahuannya.Dikala anak sudah mulai bertanya ini apa ? Itu apa ? Saat itulah keingin tahuan mulai terbangun dan kesempatan kita sebagai orang tua mengenalkan segala sesuatu dengan benar.
Lingkungan dimana anak menyerap segala bentuk keadaan dan situasi menjadi faktor penting penunjang munculnya arah keingin tahuannya.Kebiasaan orang tua sangat berpengaruh terhadap karakter anak nantinya,sebab anak seusia itu sedang tajam menyerap pengaruh sekitar kehidupannya.Berdasarkan pengalaman sendiri saat memiliki anak kecil berusia 2 tahun ,disaat baca majalah atau koran si anak berusaha merebut atau meminta apa saja yang tengah penulis baca.Suatu hal yang mungkin saja dinilai sebagai gangguan saat itu,namun hal tersebut penulis pahami sebagai suatu perkembangan anak yang butuh respon positif orang tua.Sebagai orang tua keadaan semacam ini harus disikapi dengan bijak bukan malah merasa terganggu kemudian menyingkirkan anak supaya kegiatan baca kita tidak terganggu,namun memberikan penjelasan terhadap apa saja yang dia perhatikan dan dia tanyakan.
Pada saat anak sudah mulai memiliki rasa keingin tahuan semacam ini mulai adanya penataan hal-hal apa saja yang layak terkonsumsi anak seusia tersebut,salah satu contoh kita belikan buku yang memuat gambar gambar binatang,biarkan anak melihat memperhatikan apa saja gambar binatang dalam buku tersebut tanpa menjelaskan nama nama binatang pada gambar tersebut.Biarkan anak memperhatikan membuka lembar demi lembar,tunggu sampai anak bertanya ini apa itu apa barulah kita kasih tahu apa yang dia tanyakan.Mengapa kita harus menunggu respon dari si anak karena memori dan daya tangkapnya masih dalam penjelajahan/pengenalan dan kita tidak boleh memaksakan supaya anak tahu.
Setelah banyak memperhatikan gambar pengalaman yang penulis alami si anak akan bertanya ini apa ? jika mulai bertanya demikian si anak butuh jawaban dan biasanya akan diulang ulang tentang apa saja yang dia tanyakan berkali-kali.Saat peningkatan keadaan semacam ini butuh kesabaran orang tua untuk selalu menjawab setiap apa yang dia tanyakan selama itu layak diketahui anak seusia dia.Pada tahap peningkatan selanjutnya ingatan anak mulai muncul dan dapat mengenal perbedaan atau mengingat nama nama hewan pada buku gambar tersebut.
Suatu kali pernah penulis belikan kartu abjad/kartu yang bergambar huruf abjad A-Z biarkan anak mainan dan mengacak acak benda tersebut se kemauan dia,kadang ada yang disobek dilipat bahkan ada yang dibuang.Pertama yang penulis ajarkan adalah bagaimana merapikan dan menyimpannya dan itu berhasil diterima si anak hingga dapat mengumpulkan kembali setelah diacak-acak kemudian menyimpanya di tempat si anak inginkan.Hingga pada suatu ketika muncul perkembangan baru yaitu keingin tahuan tentang nama abjad dalam tiap kartunya,perkembangan semacam ini  menjadi kesempatan mengenalkan satu persatu abjad yang dia tanyakan.Alhamdulillah dalam waktu sekitar 5 hari dari pertama kali dia bertanya tentang abjad pada kartu tersebut anak saya telah hafal satu persatu nama abjad dalam kartu tersebut.Setelah anak saya hafal semua,tahapan pengenalan selanjutnya adalah dengan membelikan poster abjad dan beberapa poster binatang yang tertulis nama-nama pada tiap binatang tersebut.saat itu poster saya pasang tanpa sepengetahuan anak setinggi jangkauan anak sekitar 20 cm diatas lantai pada tembok sudut ruangan.Saat melihat poster abjad tersebut,anak saya begitu tertarik sambil menunjuk satu persatu abjad dengan menyebutkan dengan tepat tiap hurufnya.Saya sendiri belum merasa begitu perlu meningkatkan kemampuan dia,dalam artian saya biarkan si anak adik dengan kadar pengetahuannya itu.Setelah tiga hari dari pemasangan poster abjad barulah poster binatang dengan nama dipasang di samping poster abjad,dan sianak dengan sangat luarbiasa mengenali tiap tiap hewan yang ada dalam poster serta menyebut satu persatu nama binatang dalam poster binatang tersebut,juga memperhatikan abjad huruf dibawah gambar hewan,ada k-a-m-b-i-n-g dia sebut tiap huruf terpenggal penggal dan akhirnya dia memahami bahwa k a m b i n g adalah kambing disetarakan dengan tampilan gambar hewan diatas tulisan tersebut.Dan secara otomatis kemampuan membaca anak saya telah berhasil merangkai tiap hurufnya,Alhamdulillah saat itu juga adalah awal dari kemampuan baca anak saya yang saya masih ingat tanggalnya adalah 15 Desember 2000.Usia saat itu baru 2 setengah tahun dan diusia 3 tahun anak saya sudah mampu membaca dan menulis dan ini sangat luar biasa menurut saya dan mungkin juga sebuah keluar biasaan kemampuan anak dibanding umumnya anak seusia anak saya.Metode yang saya terapkan seperti diatas merupakan metode pengajaran dengan mengikuti perkembangan dan kemampuan daya tangkap anak,mungkin juga ada metode lain yang berbeda bagi tiap tiap anak,namun intinya adalah jangan sekali-kali memaksakan supaya anak menghafal tanpa memperhatikan batas kemampuan daya tangkap anak itu sendiri.Dan yang terpenting juga adalah bangun minat baca anak dari diri orang tuanya/dari kebiasaan orang tuanya serta dengan kesabaran dan jauhi pemaksaan pengetahuan terhadap anak,biarkan anak berkembang dengan keingin tahuannya karena memori dan daya tangkap anak se-usia itu masih sangat terbatas.Jika orang tuanya tak punya minat baca mana mungkin anak kita punya minat baca,dari diri orang tualah contoh yang akan di tiru si anak.Demikian sedikit penjelasan pengalaman dan cerita tentang minat baca serta proses kemampuan baca anak saya semoga bermanfaat bagi anda.Terimakasih.



No comments:

Post a Comment

Mohon Tidak memberikan komentar berbau "SARA"

POS TERPOPULER

Legenda Patikraja

Awal peradaban Desa Patikraja Patikraja zaman dahulu adalah lokasi penyeberangan perjalanan menuju pantai selatan.Hingga di daerah ini ...