Wednesday, 29 June 2016

Tunjangan Hari Raya (THR) 2016

THR atau yang sering kita sebut sebagai kepanjangan dari Tunjangan Hari Raya adalah sebuah kebijakan yang kini menjadi tradisi di setiap Hari Raya.Mengingat sifatnya adalah sebuah kebijakan di awal sejarahnya maka THR bukanlah sebuah kewajiban yang mengikat sifatnya jika belum dikukuhkan dalam keputusan / UU tertentu.
Bertambah proses dan waktu,kini THR telah menjadi tradisi yg mengikat sifatnya dalam artian mengikat adalah bagi pengusaha dan pemerintah sudah harus memberikan uang insentif di luar gajih pokok saat jelang Hari Raya.
Kewajiban ini dikarenakan sebuah aturan yg dikeluarkan oleh Pemerintah.
Mengulas THR ada banyak hal yg menarik jika kita uraikan menjadi beberapa pembahasan.
1. Sifat THR yang sudah ber-evolusi keadaan menjadi sesuatu hal yg wajib.
Apakah THR sekarang menjadi beban yg memberatkan bagi pengusaha ? kemungkinannya "Ya"
Sebab perusahaan harus memikirkan pengeluaran uang yg berarti mengurangi laba yg diperolehnya.
Perusahaan akan berpikir dua kali saat menentukan gajih awal bagi karyawan barunya mengingat beban keharusan memberikan THR di saat nanti jelang Hari Raya.Hal ini adalah perhitungan real dan memang harus dilakukan demi kelancaran dan kesinambungan usaha.

2. Artian dan sikap masyarakat pekerja memahami THR menjadi salah-satu hak yg sangat diharapkan.
Perubahan sifat/kedudukan THR menjadikan para pekerja memahaminya sebagai hal yg wajib mereka terima,Karena THR sudah menjadi hak resmi setelah adanya ketentuan dan aturan.
Kadang kita malu sebenarnya sebagai pekerja terlalu menuntut,namun karena kita sadari bahwa setelah menjadi ketentuan maka Perusahaan juga sudah mempertimbangkan jauh sebelumnya dan itu juga mungkin mengambil hak dan ketentuan dari nilai gajih kita (sebagai pekerja) dalam menentukan upah, maka menjadi layak untuk kita perjuangkan.
Namun seyogyanya dalam memperuangkannya-pun kita harus menggunakan etika aturan/hukum yg berlaku.
THR menjadi sebuah kesempatan bagi kita untuk berbagi
Sebuah kesempatan bagi kita saat mendapatkan uang insentif di luar kebiasaan bulanan kita,maka kesempatan beramal-pun akan terbuka.Masih banyak di sekitar kita para dhuafa yg kurang beruntung dan mungkin lebih membutuhkan dan lebih mengharapkan karena faktor serba kekurangan itu.
Dengan gambaran kesempatan ini maka THR bisa kita bagikan kembali kepada yg sangat membutuhkan.
Demikian sedikit tulisan saya semoga bisa menambah wacana dan membuka ide maupun gagaasan.Keterbatasan sisi jurnalistik saya dalam mewujudkan pemikiran menjadi sebuah kata-kata membuahkan tulisan dalam posting ini menjadi begitu singkat.Maaf sebelumnya jika ada tulisan saya atau isi pendapat atau juga argumen saya dalam posting kali ini.Terimakasih sudah berkunjung ke Blog saya ini.



No comments:

Post a Comment

Mohon Tidak memberikan komentar berbau "SARA"

POS TERPOPULER

Legenda Patikraja

Awal peradaban Desa Patikraja Patikraja zaman dahulu adalah lokasi penyeberangan perjalanan menuju pantai selatan.Hingga di daerah ini ...