Saturday, 14 October 2017

WACANA KRISIS PETANI MUDA DI PATIKRAJA

Desa Patikraja memiliki wilayah persawahan 2/3 dari wilayah keseluruhan wilayah Desa,perbandingan ini mungkin bukanlah riil data berdasarkan fakta bilangan karena penulis hanya menganalisa berdasarkan perkiraan pandangan yang terlihat mata.Namun kepemilikan sawah di Desa Patikraja bisa dikatakan dikuasai oleh keturunan keluarga tertentu dan masing-masing petak yang kini dimiliki adalah hasil dari warisan pendahulunya/moyangnya.Memang ada sebagian yang dimiliki oleh orang luar Desa namun jumlahnya tak banyak.
Saat ini sawah di Desa Patikraja berdasarkan kepemilikan terbagi menjadi 4 macam kepemilikan,1 Milik Pemerintah Desa, 2 Milik masyarakat asli Patikraja, 3. Milik perseorangan di luar Patikraja 4 Sawah milik kelompok yang salah satu contohnya sawah ulu-ulu yang merupakan sawah milik 3 Desa dan digarap oleh petugas ulu-ulu (pengatur air irigasi) yang ditunjuk.

Keadaan Pengelolaan Sawah dalam keterkaitan Krisis generasi penerus Petani Patikraja disimpulkan oleh penulis sebagai bahan pikiran pokok dalam membuat artikel ini adalah bahwa berdasarkan pengamatan penulis adalah ;
1. Para pemilik sawah sekarang tidak punya generasi penerus mengelola sawah dikarenakan anak-anak mereka kebanyakan memiliki pendidikan diluar masalah pertanian.
2. Kegiatan pengelolaan sawah selama ini kebanyakan dilakukan dengan sistem paron,juga ada yang dikaryakan dilakukan oleh para buruh tani.
3. Pengelolaan sawah tak dilakukan oleh pemilik sawah secara langsung juga tidak pernah mengajak anak-anak nya untuk ikut terjun langsung mengelola sawah.
Faktor-faktor yang penulis sebutkan diatas sedikitnya mempengaruhi terputusnya generasi penerus yang memiliki pengetahuan mengelola sawah berdasarkan pengalaman dan ilmu.

Dari apa yang penulis sampaikan di atas bahwa krisis generasi penerus Petani yang penulis maksud adalah bahwa dimungkinkan anak-anak pemilik sawah di Desa Patikraja bukanlah Petani profesional namun lebih kepada Petani pemilik lahan.Sekarang ini sudah terlihat bukti kemungkinan mengarah kepada keadaan tersebut,bahwa erdasarkan pantauan penulis keturunan para Petani sekarang di Desa Patikraja lebih memilih sekolah teknik maupun umum yang jauh sekali dengan urusan sawah,bahkan juga sudah banyak yang memiliki profesi diluar kegiatan Sawah,seperti sebagai pegawai atau juga sebagai pedagang.
Demikian penggambaran keadaan mengenai kemungkinan krisis Petani dimasa mendatang di Desa Patikraja.Atas penjelasan yang penulis sampaikan secara umum penulis mohon maaf jika kurang fokus dan terkesan berbelit-belit ­čśémohon dimaklumi atas keterbatasan sisi jurnalistik penulis.semoga bermanfaat.

POS TERPOPULER

Legenda Patikraja

Awal peradaban Desa Patikraja Patikraja zaman dahulu adalah lokasi penyeberangan perjalanan menuju pantai selatan.Hingga di daerah ini ...