Monday, 13 November 2017

Pengertian dan Gambaran Pasar Desa

Pasar adalah lembaga ekonomi tempat bertemunya pembeli dan penjual, baik secara langsung maupun tidak langsung, untuk melakukan transaksi perdagangan (UU No. 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan).
Bahwa Kemajuan situasi maupun kondisi Perdagangan didesa turut menentukan tingkat kesejahteraan masyarakat desa. Situasi transaksi perdagangan berbagai komoditas hasil produksi perdesaan mencerminkan potensi putaran uang di desa.  Nilai tambah dari hasil perdagangan komoditas pertanian / sektor perdesaan yang diterima masyarakat desa bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat desa seperti pendidikan dan kesehatan.Salah satu pendukung kemajuan perdagangan desa adalah keberadaan pasar desa. Sehubungan dengan itu hadirnya pasar desa yang representatif sangat dibutuhkan.
Pasar Desa adalah pasar tradisional yang berkedudukan di desa dan dikelola serta dikembangkan oleh Pemerintah Desa dan masyarakat Desa (Permendagri 42/2007).

Kondisi Umum Pasar Desa
Bangunan fisik pasar desa sebagian besar masih belum layak
Usia bangunan sudah lebih dari 20 tahun
Limbah sampah kurang diurus, bau dan menumpuk, tidak sehat
Saluran air limbah dan drainase tdk berjalan dengan baik
Tataletak/zonasi bagi pedagang baik los, lapak tidak tertata dengan baik
Lahan parkir dan bongkar muat barang tdk ditata dengan baik
Manajemen pengelolaan masih tradisional (belum semi modern/modern atau profesional)
Belum dapat memberikan kontribusi bagi Pendapatan Asli Desa.
Fungsi pasar desa sebagai pemasaran produksi perdesaan mengalami penurunan/minus 8%, sedangkan pasar modern mengalami peningkatan 31,4% disamping itu terjadi juga pergeseran konsumen ke pasar modern antara 15-20%.

Gambaran Umum Pasar Desa
Bahwa jumlah desa se-Indonesia adalah 74.039 (Permendagri No 39 Tahun 2013) dan pasar desa 12.224 (data pasar desa Ditjen PMD 2011) setara 1 pasar desa melayani 6 desa. Data pasar desa ini perlu divalidasi.
Paling tidak ada 3 (tiga) peran Pasar Desa dalam proses kehidupan masyarakat desa, yaitu:
Sebagai entitas ekonomi, sebagai penggerak roda ekonomi pedesaan baik pada sektor perdagangan, industri ataupun jasa,
Sebagai entitas sosial, pasar desa sangat kuat dalam mempertahankan budaya lokal, yaitu budaya gotong royong, kebersamaan dan kekeluargaan. Pertemuan antara penjual dan pembeli, tidak hanya untuk transaksi ekonomi, tetapi sekaligus menjadi media interaksi sosial,
Sebagai salah satu sumber Pendapatan Asli Desa (PADes), Pasar Desa bisa menjadi pundi-pundi dana desa yang berasal dari retrebusi para pedagang dan penjual jasa yang beraktivitas didalam dan sekitar pasar desa.

Landasan Hukum Pasar Desa

Undang-undang Nomor 6Tahun 2014 tentang Desa
Undang-undang Nomor 7Tahun 2014 tentang Perdagangan
Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2015 tentang Perubahan Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang Undang Nomor 6 tahun 2014 tentang Desa.
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 42 Tahun 2007 Tentang Pengelolaan Pasar Desa.
Peraturan Menteri Desa,Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Nomor 4 Tahun 2015 tentangPendirian, Pengurusan Dan Pengelolaan, Dan Pembubaran Badan Usaha Milik Desa.
Peraturan Menteri Desa,Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Nomor 5 Tahun 2015 tentang  Penetapan Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2015
Peraturan Menteri Desa,Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Nomor 21 Tahun 2015 tentang  Penetapan Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2016
Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor  1 Tahun 2016  Tentang Pengelolaan  Aset Desa.

Kelahiran Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa yang memberikan kewenangan  yang lebih besar kepada Desa memberikan peluang untuk meningkatkan nilai tambah pasar desa dan lebih maksimal dirasakan oleh Desa yang ujungnya akan dirasakan oleh masyarakat.
Bagaimana regulasi dan pembinaan pasar desa sekarang ? pertanyaan ini menggelitik, bukan saja karena telah lahirnya UU Desa yang memiliki paradigma yang berbeda dari produk perundangan sebelumnya, tetapi juga karena urusan desa ini pada Kabinet Kerja - Jokowi ditangani oleh dua kementerian, yaitu: 1) Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, serta 2) Kementerian Dalam Negeri. Untuk itu telaahan lebih khusus tentang hal ini sangat diperlukan.

Desa dan Amanat UU Desa

Pasar rakyatadalah tempat usaha yang ditata, dibangun, dan dikelola oleh Pemerintah, Pemerintah Daerah, swasta, Badan Usaha Milik Negara, dan/atau Badan Usaha Milik Daerah dapat berupa toko, kios, los, dan tenda yang dimiliki/dikelola oleh pedagang kecil dan menengah, swadaya masyarakat, atau koperasi serta usaha mikro, kecil, dan menengah dengan proses jual beli Barang melalui tawar-menawar (UU No. 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan).
Pasar adalah area tempat jual beli barang dengan jumlah lebih dari satu baik yang disebut sebagai pusat perbelanjaan, pasar tradisional, pertokoan, Mall, Plasa, Pusat Perdagangan maupun sebutan lainnya. (Permendag No. 70/M-DAG/PER/12/2013).
Pasar Tradisionaladalah Pasar yang dibangun dan dikelola oleh Pemerintah, Pemerintah Daerah, Swasta, BUMN dan BUMD termasuk kerjasama dengan Swasta dengan tempat usaha berupa toko, kios, los, dan tenda yang dimiliki/dikelola oleh Pedagang kecil, menengah, swadaya masyarakat atau  koperasi dengan usaha skala kecil, modal kecil dan dengan proses jual beli barang dagangan melalui tawar menawar. (Permendag No. 70/M-DAG/PER/12/2013).
Pasar desa adalah pasar tradisional yang berkedudukan dan berlokasi di desa, menempati lahan milik pemerintah desa (lahan kas desa)  maupun masyarakat (wakaf), dikelola dan dikembangkan oleh Pemerintah Desa dan masyarakat baik secara sendiri-sendiri maupun bersama-sama dalam pembiayaannya (Pedoman Pelaksanaan   Permendagri No. 42 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Pasar Desa).

Amanat UU Desa (pasal 76 Ayat 3,4,5,6):

kekayaan milik pemerintah dan pemerintah daerah berskala lokal desa yang ada di desa dapat dihibahkan kepemilikannya kepada desa.
kekayaan milik desa yang berupa tanah disertifikatkan atas nama pemerintah desa.
kekayaan milik desa yang telah diambil alih oleh pemerintah daerah kabupaten/kota dikembalikan kepada desa, kecuali yang sudah digunakan untuk fasilitas umum.
bangunan milik desa harus dilengkapi dengan bukti status kepemilikan dan ditatausahakan secara tertib.

Penyebab kemunduran peran pasar desa, diantaranya:

Kurangnya perhatian dari pemerintah
Kurangnya perhatian dari pemerintah daerah
Kurangnya perhatian dari pemerintah desa
Tidak ada sumber pembiayaan untuk pembinaan dan penataan (APBD/APBDes)
Kurangnya swadaya masyarakat
Kurang disiplinnya pada pedagang
Kurangnya edukasi bagi pedagang
Tidak ada pembiayaan untuk pembinaan pedagang bagi pengelola pasar

Berbagai Upaya yang Perlu Dilakukan

Regulasi Baru

Pasar Desa sebagai bagian dari sektor perdagangan regulasi terakhir adalah UU Nomor 7 tahun 2014 tentang Perdagangan.
Pasar Desa sebagai bagian dari isu desa, regulasi terakhir tentang Pasar Desa adalah Permendagri No. 42 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Pasar Desa.  Adapun Pasar Desa sebagai Aset Desa ada regulasi terbaru yaitu Permendagri No. 1 Tahun 2016 tentang Pengelolaan Aset.
kehadiran Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, dan terbaginya penanganan urusan Desa oleh dua Kementerian (Kemendesa, PDTT dengan Kemendagri) membuat pembinaan pasar desa dapat ditangani oleh dua kementerian tersebut. Kemendesa memiliki unit eselon 2 (Direktorat Pengembangan Usaha Ekonomi Desa), eselon 3 (Subdit Perdagangan Desa), dan eselon 4 (Seksi Pengembangan Pasar Desa). Diperlukan koordinasi pembagian kewenangan terkait pembinaan pasar desa antara Kemendesa, PDTT dengan Kemendagri.
Bukan hanya itu, perbaikan atas regulasi diperlukan diantaranya karena: 1) beberapa nomenklatur pasar yang berubah, 2) lingkup pengaturan belum menyertakan BUM Desa secara eksplisit dalam pengelolaan pasar desa,  3) Isu lahan dalam Pasar Desa perlu lebih diperjelas.
Pasar termasuk Pasar Desa termasuk salah satu instrumen perdagangan. Secara sektoral diatur melalui peraturan-perundangan sektor perdagangan. Kementerian Dalam Negeri memberikan pengertian untuk pasar dalam konteks desa.
Dalam Permendagri Nomor 42/2007 disebutkan bahwa Pasar Desaadalah pasar tradisional yang berkedudukan di desa dan dikelola serta dikembangkan oleh Pemerintah Desa dan masyarakat Desa.
Pengertian pasar tradisional menurut Permendag No. 70/M-DAG/PER/12/2013, yaitu  Pasar yang dibangun dan dikelola oleh Pemerintah, Pemerintah Daerah, Swasta, BUMN dan BUMD termasuk kerjasama dengan Swasta dengan tempat usaha berupa toko, kios, los, dan tenda yang dimiliki/dikelola oleh Pedagang kecil, menengah, swadaya masyarakat atau  koperasi dengan usaha skala kecil, modal kecil dan dengan proses jual beli barang dagangan melalui tawar menawar.
Jika mengacu kepada pengertian pasar tradisional tersebut, menyimpan beberapa pertanyaan:
Apakah Pasar Desa tidak dapat dibangun/Dikelola oleh Pemdes/BUM Desa ?
Apakah tempat usaha juga tidak dimiliki/dikelola Pemdes/BUM Desa ?
Bisakah Pasar Desa berstatus Pasar Modern ?
Sekarang dalam UU No. 7/2014 tentang Perdagangan tidak dikenal lagi istilah Pasar Tradisional, tapi dikenal istilah Pasar Rakyat.  Pengertian Pasar Tradisional hampir sama dengan Pengertian Pasar Rakyat.
Menurut UU No. 7/2014 yang dimaksud Pasar rakyatadalah tempat usaha yang ditata, dibangun, dan dikelola oleh Pemerintah, Pemerintah Daerah, swasta, Badan Usaha Milik Negara, dan/atau Badan Usaha Milik Daerah dapat berupa toko, kios, los, dan tenda yang dimiliki/dikelola oleh pedagang kecil dan menengah, swadaya masyarakat, atau koperasi serta usaha mikro, kecil, dan menengah dengan proses jual beli Barang melalui tawar-menawar.
Pemikiran baru tentang definisi pasar desa. Pasar desa adalah pasar  yang berkedudukan di desa, berdiri di lahan kas desa (aset desa) dan dikelola serta dikembangkan oleh pemerintah  desa dan masyarakat  desa untuk meningkatkan  Pendapatan Asli Desa.
Dimensi Pengembangan dan Penataan Pasar Desa

Berdasarkan permasalahan yang ada maka upaya pengembangan dan penataan pasar desa tidak saja mencakup aspek regulasi/kebijakan, tetapi juga menyangkup aspek lainnya seperti: 1) Kapasitas  SDM Aparatur Pengelola, 2) Kapasitas Kelembagaan Pasar Desa, 3) Program dan  Kegiatan, serta 4) Sarana dan Prasarana.
Penguatan sumberdaya pengelola pasar desa diantarnya mencakup: manajemen operasional, pembinaan pedagang, pengembangan produk-produk potensial desa dan pemasarannya, serta meningkatkan pelayanan pasar.
Membina pendamping untuk mendampingi pengelola pasar desa :
membantu pemda merumuskan kebijakan, regulasi, alih status dan pengembangan pasar desa.
melakukan monitoring dan pendataan perkembangan pasar desa. Data perkembangan pasar desa sangat dibutuhkan untuk perencanaan dukungan program/kegiatan dari K/L.

Peran Pemerintah Desa:

Mengorganisir pengelolaan pasar desa (perdes, per-kades, kep-kades) untuk penguatan kelembagaan pasar desa
Melakukan tindakan-tindakan investasi untuk meningkatkan hasil, melalui penyusunan perencanaan pengelolaan aset dan keuangan desa secara akuntabel yg berorientasi pd pertumbuhan ekonomi desa dan pelayanan kepada masyarakat.

Peran Pemda:

Menetapkan kebijakan/regulasi dan alokasi anggaran utk mendukung perkembangan pasar desa dan pertumbuhan ekonomi desa;
Meningkatkan kapasitas sistem pengelolaan dan sdm pengelola pasar desa;
Memonitor dan mengevaluasi perkembangan pasar desa sebagai bahan dalam menyusun kebijakan pengembangan pasar desa di tingkat regional.

Peran Kemendesa, PDTT:

Memberikan Arah Kebijakan Umum Pengembangan Pasar Desa, Sebagai Acuan Bagi Daerah sejalan Peraturan-perundandgan yang Berlaku;
Memberikan Bantuan Tehnik Maupun Manajerial (Bintek, Orientasi, Dll)  dalam Mendorong Efektifitas Pengembangan Pasar Desa dan Pertumbuan Ekonomi Desa;
Menyusun Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria;
Melakukan Pendataan Perkembangan Pasar Desa dan Pertumbuhan Ekonomi Desa Per-Daerah Maupun Secara Nasional;
Memonitor Dan Mengevaluasi Perkembangan Pasar Desa sebagai Bahan Dalam Menyusun Kebijakan Pengembangan Pasar Desa Tahun Mendatang.
Dalam melakukan perannya Kemendesa hendaknya berkoordinasi dengan Kemendagri yang memiliki kewenangan dalam pembinaan pengelolaan aset desa (lihat Permendagri No. 1/2016)

Demikian gambaran tentang Pasar desa semoga bisa  bermanfaat.
Dikutip dari sumber https://www.kompasiana.com/arisahmadrisadi/pembinaan-pasar-desa-pasca-uu-desa_588ff9b3b392738b14a9e912






ResultsSearchPatikraja, Desa Patikraja,legenda Patikraja, sejarah Desa Patikraja,Patikraja Banyumas, Desa Patikraja,sidabowa, Desa Patikraja,Desa Pegalongan,Desa Sidabowa,Desa Sokawera,Desa Kesungrandu,Desa Sokawera Kidul,Desa Wlahar Kulon,Kecamatan Ajibarang, Desa Ajibarang Kulon, Desa Ajibarang Wetan, Desa Banjarsari, Desa Ciberung, Desa Darmakradenan, Desa Jingkang, Desa Kalibenda, Desa Karangbawang, Desa Kracak, Desa Lesmana, Desa Pancasan, Desa Pancurendang, Desa Pandansari, Desa Sawangan, Desa Tipar, Kecamatan Banyumas, Desa Binangun, Desa Danaraja, Desa Dawuhan, Desa Kalisube, Desa Karangrau, Desa Kedunggede, Desa Kedunguter, Desa Kejawar, Desa Papringan, Desa Pasinggangan, Desa Pekunden, Desa Sudagaran, Kecamatan Baturaden, Desa Purwosari, Desa Karangmangu, Desa Karangsalam Lor, Desa Karangtengah, Desa Kebumen, Desa Kemutug Kidul, Desa Kemutug Lor, Desa Ketenger, Desa Kutasari, Desa Pamijen, Desa Pandak, Desa Rempoah, Kecamatan Cilongok, Desa Batuanten, Desa Cikidang, Desa Cilongok, Desa Cipete, Desa Gununglurah, Desa Jatisaba, Desa Kalisari, Desa Karanglo, Desa Karangtengah, Desa Kasegeran, Desa Langgongsari, Desa Pageraji, Desa Panembangan, Desa Panusupan, Desa Pejogol, Desa Pernasidi, Desa Rancamaya, Desa Sambirata, Desa Sokawera, Desa Sudimara, Kecamatan Gumelar, Desa Cihonje, Desa Cilangkap, Desa Gancang, Desa Gumelar, Desa Karangkemojing, Desa Kedungurang, Desa Paningkaban, Desa Samudra, Desa Samudra Kulon, Desa Tlaga, Kecamatan Jatilawang, Desa Adisara, Desa Bantar, Desa Gentawangi, Desa Gunung Wetan, Desa Karanganyar, Desa Karanglewas, Desa Kedungwringin, Desa Margasana, Desa Pekuncen, Desa Tinggarjaya, Desa Tunjung, Kecamatan Kalibagor, Desa Kalibagor, Desa Kalicupak Kidul, Desa Kalicupak Lor, Desa Kaliori, Desa Kalisogra Wetan, Desa Karangdadap, Desa Pajerukan, Desa Pekaja, Desa Petir, Desa Srowot, Desa Suro, Desa Wlahar Wetan, Kecamatan Karanglewas, Desa Babakan, Desa Jipang, Desa Karanggude Kulon, Desa Karangkemiri, Desa Karanglewas Kidul, Desa Kediri, Desa Pangebatan, Desa Pasir Kulon, Desa Pasir Lor, Desa Pasir Wetan, Desa Singasari, Desa Sunyalangu, Desa Tamansari, Kecamatan Kebasen, Desa Adisana, Desa Bangsa, Desa Cindaga, Desa Gambarsari, Desa Kalisalak, Desa Kaliwedi, Desa Karangsari, Desa Kebasen, Desa Mandirancan, Desa Randegan, Desa Sawangan, Desa Tumiyang, Kecamatan Kedung Banteng, Desa Baseh, Desa Beji, Desa Dawuhan Kulon, Desa Dawuhan Wetan, Desa Kalikesur, Desa Kalisala, Desa Karangnangka, Desa Karangsalam Kidul, Desa Kebocoran, Desa Kedungbanteng, Desa Keniten, Desa Kutaliman, Desa Melung, Desa Windujaya, Kecamatan Kembaran, Desa Bantarwuni, Desa Bojongsari, Desa Dukuhwaluh, Desa Karangsari, Desa Karangsoka, Desa Karangtengah, Desa Kembaran, Desa Kramat, Desa Ledug, Desa Linggasari, Desa Pliken, Desa Purbadana, Desa Purwodadi, Desa Sambeng Kulon, Desa Sambeng Wetan, Desa Tambaksari Kidul, Kecamatan Kemranjen, Desa Alasmalang, Desa Grujugan, Desa Karanggintung, Desa Karangjati, Desa Karangsalam, Desa Kebarongan, Desa Kecila, Desa Kedungpring, Desa Nusamangir, Desa Pageralang, Desa Petarangan, Desa Sibalung, Desa Sibrama, Desa Sidamulya, Desa Sirau, Kecamatan Lumbir, Desa Besuki, Desa Canduk, Desa Cidora, Desa Cingebul, Desa Cirahab, Desa Dermaji, Desa Karanggayam, Desa Kedunggede, Desa Lumbir, Desa Parungkamal, Kecamatan Patikraja, Desa Karanganyar, Desa Karangendep, Desa Kedungrandu, Desa Kedungwringin, Desa Kedungwuluh Kidul, Desa Kedungwuluh Lor, Desa Notog, Desa Patikraja, Desa Pegalongan, Desa Sawangan Wetan, Desa Sidabowa, Desa Sokawera Kidul, Desa Wlahar Kulon, Kecamatan Pekuncen, Desa Banjaranyar, Desa Candinegara, Desa Cibangkong, Desa Cikawung, Desa Cikembulan, Desa Glempang, Desa Karangkemiri, Desa Karangklesem, Desa Krajan, Desa Kranggan, Desa Pasiraman Kidul, Desa Pasiraman Lor, Desa Pekuncen, Desa Petahunan, Desa Semedo, Desa Tumiyang, Kecamatan Purwojati, Desa Gerduren, Desa Kaliputih, Desa Kalitapen, Desa Kaliurip, Desa Kaliwangi, Desa Karangmangu, Desa Karangtalun Kidul, Desa Karangtalun Lor, Desa Klapasawit, Desa Purwojati, Kecamatan Purwokerto Barat, Desa Kedungwuluh, Desa Kober, Desa Bantarsoka, Desa Rejasari, Desa Pasir Kidul, Desa Karanglewas Lor, Desa Pasirmuncang, Kecamatan Purwokerto Selatan, Desa Purwokerto Kulon, Desa Karang Pucung, Desa Karang Klesem, Desa Tanjung, Desa Teluk, Desa Berkoh, Desa Purwokerto Kidul, Kecamatan Purwokerto Timur, Desa Purwokerto Wetan, Desa Mersi, Desa Arcawinangun, Desa Purwokerto Lor, Desa Sokanegara, Desa Kranji, Kecamatan Purwokerto Utara, Desa Bancarkembar, Desa Grendeng, Desa Karangwangkal, Desa Pabuaran, Desa Sumampir, Desa Bobosan, Desa Purwanegara, Kecamatan Rawalo, Desa Banjarparakan, Desa Losari, Desa Menganti, Desa Pesawahan, Desa Rawalo, Desa Sanggreman, Desa Sidamulih, Desa Tambaknegara, Desa Tipar, Kecamatan Sokaraja, Desa Banjaranyar, Desa Banjarsari Kidul, Desa Jompo Kulon, Desa Kalikidang, Desa Karangduren, Desa Karangkedawung, Desa Karangnanas, Desa Karangrau, Desa Kedondong, Desa Klahang, Desa Lemberang, Desa Pamijen, Desa Sokaraja Kidul, Desa Sokaraja Kulon, Desa Sokaraja Lor, Desa Sokaraja Tengah, Desa Sokaraja Wetan, Desa Wiradadi, Kecamatan Somagede, Desa Kanding, Desa Kemawi, Desa Klinting, Desa Piasa Kulon, Desa Plana, Desa Sokawera, Desa Somagede, Desa Somakaton, Desa Tanggeran, Kecamatan Sumbang, Desa Banjarsari Kulon, Desa Banjarsari Wetan, Desa Banteran, Desa Ciberem, Desa Datar, Desa Gandatapa, Desa Karangcegak, Desa Karanggintung, Desa Karangturi, Desa Kawungcarang, Desa Kebanggan, Desa Kedung Malang, Desa Kotayasa, Desa Limpakuwus, Desa Sikapat, Desa Silado, Desa Sumbang, Desa Susukan, Desa Tambaksogra, Kecamatan Sumpiuh, Desa Banjarpanepen, Desa Bogangin, Desa Karanggedang, Desa Kebokura, Desa Kemiri, Desa Ketanda, Desa Kradenan, Desa Kuntili, Desa Lebeng, Desa Nusadadi, Desa Pandak, Desa Selandaka, Desa Selanegara, Desa Sumpiuh, Kecamatan Tambak, Desa Buniayu, Desa Gebangsari, Desa Gumelar Kidul, Desa Gumelar Lor, Desa Kamulyan, Desa Karangpetir, Desa Karangpucung, Desa Pesantren, Desa Plangkapan, Desa Prembun, Desa Purwodadi, Desa Watuagung, Kecamatan Wangon, Desa Banteran, Desa Cikakak, Desa Jambu, Desa Jurangbahas, Desa Klapagading, Desa Klapagading Kulon, Desa Pangadegan, Desa Randegan, Desa Rawaheng, Desa Wangon, Desa Windunegara, Desa Wlahar, Patikraja, Desa Patikraja, Kecamatan Patikraja, Patikraja Guyub, Pasar Patikraja, Balai Desa Patikraja, Lapangan Patikraja, Jembatan logawa, Jembatan Serayu, info Patikraja, MTs Muhammadiyah Patikraja, Masjid Baitul Muslimin Patikraja, Sungai Logawa, Sungai Serayu, Jembatan Kali Terus, SMP Negeri 1 Patikraja, SMP Negeri 2 Patikraja, SD Negeri 1 Patikraja, SD Negeti 2 Patikraja, Madrasah Iptidaiyah Patikraja, Madrasah Iptidaiyah Maarif Patikraja, SMA Negeri Patikraja, UPK Patikraja, KUA Patikraja, PPAI Patikraja, TK Pertiwi Patikraja, TK Diponegoro Patikraja, Organisasi Muhammadiyah Patikraja, Organisasi Nahdlatul Ulama Patikraja, Ranting Muhammadiyah Patikraja, Ranting Nahdlatul Ulama Patikraja, IPPNU Patikraja, IRM Patikraja, Apotik Patikraja, BRI Patikraja, Mandiri Patikraja, Mini Market Patikraja, Puskesmas Patikraja, Kantor Kecamatan Patikraja, Gedung Da’wah Muhammadiyah Patikraja, KUD Patikraja, Ahass Patikraja, TK aisiyah Patikraja, Remaja Masjid Patikraja, Bengkel Patikraja, Dana mentari Patikraja, PGRI Patikraja, Polsek Patikraja, Dan Ramil Patikraja, Babinsa Patikraja, Warnet Lapangan Patikraja, Gilingan Padi Patikraja, Kecelakaan lalu-lintas di Patikraja, Penghulu Patikraja, Blogspot Patikraja, keyword Pattikraja, Pencarian Kata Kunci Patikraja, Patikraja Mendowan Maniaks, Sawah Patikraja, Guru SMP Patikraja, Guru SD Patikraja, Guru TK Patikraja, TPQ Patikraja, Mushola di Patikraja, Gedung Patikraja, Bank Jateng Patikraja, BKK Patikraja, Danamon Patikraja, Warnet Legion Patikraja, Warnet Zaky Patikraja, Zakynet Patikraja, Legionnet Patikraja, Hokerynet Patikraja, Warnet Hokery Patikraja, Masjid Sirojul Patikraja, Mushola Almaulana Patikraja, SSB Patikraja, facebook Patikraja, Jalan Balai Desa Patikraja, Counter Hp Patikraja, Logawa Celluler Patikraja, Zullfa Celluler Patikraja, G Celluler Patikraja, Foto Copy Patikraja, Kuburan Patikraja, Bantaran Sungai Patikraja, Warung Sate Dua Saudara Patikraja, Toko Roti Patikraja, Bank Surya Yudha Patikraja, Paving Block Patikraja, Toko Bahan Bangunan Patikraja, Toko Viola Patikraja, Toko Kacek Patikraja, Toko Gimin Patikraja, Perangkat Desa Patikraja, Pemdes Patikraja, Desa Pegalongan, Desa Mandirancan, Mendowan Mendol, Budz Burger, Ngepas Patikraja,









No comments:

Post a Comment

Mohon Tidak memberikan komentar berbau "SARA"

POS TERPOPULER

Legenda Patikraja

Awal peradaban Desa Patikraja Patikraja zaman dahulu adalah lokasi penyeberangan perjalanan menuju pantai selatan.Hingga di daerah ini ...