Sumber daya manusia berkualitas dan ketepatan organisasi dalam melaksanakan perencanaan merupakan syarat utama mencapai tujuan pembangunan

Saturday, 22 September 2012

Perlunya Merencanakan Ruang Terbuka Hijau di Desa Patikraja

Ruang terbuka adalah ruang yang bisa diakses oleh masyarakat baik secara langsung dalam kurun waktu terbatas maupun secara tidak langsung dalam kurun waktu tidak tertentu. Ruang terbuka itu sendiri bisa berbentuk jalan, trotoar, ruang terbuka hijau seperti taman kota, hutan dan sebagainya.
Berdasarkan Undang-Undang Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 1 tahun 2007 Tentang Penataan Ruang Terbuka Hijau Kawasan Perkotaan pada Pasal 6 jenis RTHKP meliputi :
a. taman kota;
b. taman wisata alam;
c. taman rekreasi;
d. taman lingkungan perumahan dan permukiman;
e. taman lingkungan perkantoran dan gedung komersial;
f. taman hutan raya;
g. hutan kota;
h. hutan lindung;
i. bentang alam seperti gunung, bukit, lereng dan lembah;
j. cagar alam;
k. kebun raya;
l. kebun binatang;
m. pemakaman umum;
n. lapangan olah raga;
o. lapangan upacara;
p. parkir terbuka;
q. lahan pertanian perkotaan;
r. jalur dibawah tegangan tinggi (SUTT dan SUTET);
s. sempadan sungai, pantai, bangunan, situ dan rawa;
t. jalur pengaman jalan, median jalan, rel kereta api, pipa gas dan pedestrian;
Tujuan, Peranan dan Manfaat Ruang Terbuka Hijau
Departemen Dalam Negeri Republik Indonesia mengeluarkan instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 14 Tahun 1988 tentang Penataan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Wilayah Perkotaan, dengan tujuan sebagai berikut :
a. meningkatkan lingkungan hidup perkotaan yang nyaman, segar, indah, bersih dan sebagai sarana pengaman lingkungan perkotaan
b. menciptakan keserasian lingkungan alam dan lingkungan binaan yang berguna untuk kepentingan masyarakat
Dalam kaitan ini,penulis meraba dan merenung selama ini hingga terbit suatu pemikiran dan kesimpulan bahwa sudah saatnya Masyarakat Desa Patikraja bekerjasama dengan Pemerintahan Desa  merencanakan dan menentukan lokasi/wilayah yang akan ditetapkan sebagai Ruang Terbuka Hijau, kemudian ditetapkan dalam bentuk keputusan Desa yang mengikat.
Mengapa demikian ? karena perkembangan Desa Patikraja saat ini termasuk pesat dan dimungkinkan pembangunan tersebut akan kurang terkendali.Dalam artian kurang terkendali disini adalah bersinggungan dengan "Ramah Lingkungan".Saat ini saja sudah termasuk jarang pohon besar tersisa di wilayah Desa Patikraja.Pohon di sekitar Makam saja sudah banyak  yang ditebang,hingga terlihat gersang dan tak teduh lagi.Ini terjadi pada tahun 80-an,Pohon Trembesi (Besi) di lokasi makam ditebang dan tidak menyisakan satu pohonpun dari jenis ini,yang sekarang ada adalah pohon trembesi dari pertumbuhan sisa akar pohon yang telah ditebang.Dan inipun hanya satu-satunya.
Jika tidak dimulai dari sekarang tentang perencanaan dan penetapan Ruang Terbuka Hijau,maka roda pembangunan akan melindas dan kita tak sempat lagi berebut lokasi yg tepat untuk masalah ini.Dari pandangan penulis mengenai kesadaran menjaga lingkungan di Desa Patikraja,jujur penulis nilai kurangnya kesadaranmembuang sampah pada tempatnya.Karena masih saja penulis saksikan pelaku tak bertanggungjawab membuang sampah sembarangan ke lokasi Bantaran sungai Logawa Patikraja.Penulis merasa optimis jika Masyarakat beserta pemerintahan Desa Patikraja serius menyelesaikan masalah lingkungan dan bisa menetapkan jalur hijau desa,maka kesadaran masyarakat akan tumbuh dan kondisi asri akan dinikmati generasi Desa Patikraja sekarang dan selanjutnya.
Terimakasih atas perhatian pembaca Blog Patikraja New's,semoga apa yang disajikan di sini memberi manfaat baik bagi anda semua.

Patikraja New's

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
,